Takim
Pelaku pencabulan siswi kelas 1 SMP, Takim, saat digelandang di Mapolsek Babelan. Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI, Babelan: Tampang biasa saja jauh dari kata tampan. Tapi Takim jago SSI (speak-speak iblis alias merayu, red). Buktinya, pria 28 tahun yang lengan kanan dan dadanya penuh tato ini sudah tiga kali menikah.

Tak hanya itu, Takim juga kerap jadi playboy di facebook. Ya, di situs pertemanan tersebut, pria Kampung Pintu, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) ini menebar pesona.

Nah di situ, bapak satu anak berkenalan dengan RP, cewek 13 tahun. RP tinggal di Babelan juga.

Takim pun mengeluarkan SSI tingkat tingginya. Hingga akhirnya, Takim yang mengaku bujangan, sukses memacari siswi kelas 1 SMP tersebut.

“Pelaku dan korban saling kenal lewat facebook. Sudah lama dari kenalan itu, kemudian diajak jalan-jalan ke daerah Karawang. Sepulang dari jalan-jalan, korban diajak ke rumah kontrakannya untuk merayu nafsu bejatnya dan berhasil,” kata Kapolsek Babelan, Kompol Krinton Sitanggang, kepada wartawan, Rabu (17/2/2016).

Rupanya Takim ketagihan. Takim pun kembali merayu dan kembali mengajak RP berhubungan intim. RP yang luluh tak bisa menolak. Terlebih, setelah Takim berjanji menikahinya jika dia hamil. Hingga akhirnya, hanya dalam tempo dua minggu, RP tiga kali digagahi Takim di kontrakannya.

Nah, akhirnya apa yang ditakutkan RP pun terjadi, dia hamil. RP pun memberi tahu Takim. Tapi, Takim ingkar janji. Sejak tahu RP mengandung darah dagingnya, Takim menghilang.

RP yang kalut kemudian mengadu pada orang tuanya. Orang tua jelas kesal. Mereka pun mencari Takim. Tapi tak juga ketemu, yang ada malah mereka tahu jika Takim sudah punya istri dan anak. Orangtua RP akhirnya melapor ke Polsek Babelan, dengan nomor LP/021/04-BB/I/2016/Resta Bks.

Berbekal laporan tersebut, Takim pun diburu. Tak butuh waktu lama, Penjahat Kelamin (PK) ini tertangkap saat bersembunyi di rumah saudaranya.

“Ngelakuinnya mah udah dua mingguan. Terus dia ngaku-ngaku hamil. Nggak tau, hamil berapa bulan, ngaku gitu doang,” kata Takim saat diperiksa Unit Reskrim Polsek Babelan.

Rupanya pelaku seorang resedivis juga dengan kasus yang sama. Ia pernah dilaporkan juga.

“Detailnya masih kita dalami,” ungkap sumber kepada Suara Bekasi online di Polsek Babelan.

Kini, Takim pun diancam pasal 81 ayat (2), UU RI No. 35 Tahun 2014, tentang perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 287 ayat (1) KUHP. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here