KH. Syukron Ma’mun
TAUSYIAH: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Syukron Ma’mun, saat menyampaikan tausyiah di hadapan ribuan jama’ah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jami At-Taqwa, Pondok Pesantren At-Taqwa Putra, Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (3/1/2015). FOTO: HERRY ZAINAL KHUSNI/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Babelan: Ribuan jamaah banjiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jami At-Taqwa, Pondok Pesantren At-Taqwa Putra, Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (3/1/2015).

Ketua Panitia Acara Maulid, Nur Anwar Amin LC mengajak umat Islam untuk mendoakan korban bencana yang terjadi di Indonesia, seperti korban longsor di Banjarnegara dan korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.

“Mari kita berdoa bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana longsor di Banjarnegara dan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Bagi keluarganya agar diberi harapan untuk menatapi kehidupan selanjutnya,” tutur Nur Anwar Amin.

Dia mengatakan, tragedi longsor dan kecelakaan pesawat tersebut hendaknya memberi penyadaran kepada semua pihak bahwa apa pun yang dialami dalam hidup adalah bagian dari perjalanan hidup sebagaimana yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.

“Waktu adalah hidup dan hidup adalah terang, sementara terang itu sendiri sebenarnya adalah iman kita kepada Sang Pencipta Alam Semesta ini,” ucapnya.

Sementara itu, penceramah yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Syukron Ma’mun, dalam hikmah Maulidnya menekankan ada dua hal yang perlu dicapai dalam perkembangan zaman seperti sekarang ini.

Pertama, pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kedua, menjadi pribadi dan bangsa yang percaya diri.

“Berkaca pada sosok Nabi Muhammad SAW dengan ajaran suri tauladan dan akhlak yang dimiliki dapat menjadi acuan bagi seluruh santri dan masyarak pada umumnya, dalam melaksanakan seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, hikmah Maulid dapat juga untuk membangkitkan motivasi agar dapat belajar dengan sungguh-sungguh, bersemangat dan bertanggung jawab.

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tambah KH. Syukron Ma’mun, membawa hikmah bahwa nilai spiritual yaitu keimanan dan ketaqwaan dapat menjadi landasan lahirnya pribadi yang bermoral, beretos kerja tinggi serta ulet dalam kondisi apapun. [HER]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here