Dua tersangka
DIKAWAL KETAT: Dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa Genset di RSUD Cibitung, Sahroni dan Jajang, dikawal petugas Kejari Cikarang ke Lapas Bulak Kapal usai menjalani pemeriksaan, Selasa (17/02/2015). FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang menetapkan mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibitung Kabupaten Bekasi, Sahroni dan mantan Kasubag Umum Jajang, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa Genset di RSUD Cibitung senilai Rp 2,1 Miliar tahun anggaran 2012.

Tersangka Sahroni sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Jajang sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam proyek tersebut, oleh Kejari Cikarang telah dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (17/02/2015) sekira pukul 14.00 WIB.

Demikian dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cikarang, Fik Fik Zulrofik.

“Benar, kedua tersangka yakni Sahroni dan Jajang sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulak Kapal Bekasi,” ujar Fik Fik Zulrofik saat dikonfirmasi Suara Bekasi, melalui telepon genggamnya, Selasa (17/2/2015) sore.

Fik Fik menjelaskan, penahanan kedua tersangka dimaksudkan untuk penyelidikan lebih lanjut. Keduanya, kata dia, ditahan sampai 20 hari ke depan sebagai bagian dari proses hukum untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut maupun menghindari penghilangan barang bukti.

Keduanya juga ditahan untuk kepentingan penyidikan yang dilakukan para penyidik untuk memperdalam kasus yang dianggap merugikan keuangan negara tersebut.

“Kedua tersangka dititipkan di Lapas Bulak Kapal untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus yang melibatkan keduanya,” tukasnya.

Selain kedua tersangka, sambung Fik Fik, Kejari Cikarang pun sebelumnya telah menahan terlebih dahulu rekanan kontraktor pemenang tender proyek pengadaan genset yang dilakukan pihak RSUD Kabupaten Bekasi itu.

Fik Fik menambahkan, atas perbuatannya kedua tersangka bisa dikenakan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Disinggung apakah Kejari Cikarang bakal memeriksa saksi lain selain tiga orang yang sudah ditahan, Fik Fik membeberkan, pihaknya memastikan akan meminta keterangan dari saksi untuk melengkapi perkara yang melibatkan kedua tersangka yang ditahan.

“Kalau nantinya dari proses penyidikan telah rampung, maka Kejari Cikarang akan melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here