Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampus Bekasi (Aksi) melakukan orasi di depan gedung Kejari Kabupaten Bekasi, dan melaporkan adanya dugaan kerugian negara pada proyek pembangunan SMPN 3 Karangbahagia, Senin (10/2/2020). Foto: Wisnu Wirian/suarabekasi.id.

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Pacakunjungan lapangan dan membuat video pendek hingga viral tentang kerusakan SMPN 3 Karangbahagia, akhirnya puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Bekasi menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi yang beralamat di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (10/02/2020) siang.

Puluhan mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah kampus ternama di Bekasi seperti Universitas Pelita Bangsa, Politeknik Meta Industri, STAI Nur El ghazi, Universitas BSI Bekasi, Universitas Mitra Karya, Unisma Bekasi, STMIK Pranata Indonesia, dan STIE Tribuana.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kampus Bekasi (Aksi) itu melaporkan adanya dugaan kerugian negara pada proyek pembangunan SMPN 3 Karangbahagia sebesar Rp13,2 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2018.

Koordinator Aksi, Fakhri Pangestu mengatakan tujuan pihaknya melaporkan kasus tersebut lantaran miris melihat kondisi bangunan SMPN 3 Karangbahagia yang diduga keras tidak sesuai dengan spesifikasi dalam proses pengerjaannya.

“Hari ini kedatangan kita ke kantor kejaksaan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi, terkait pembangunan sekolahan SMPN 3 Karangbahagia yang diduga banyak komponen yang tidak sesuai spesifikasi,” tandasnya.

Ketua BEM FT Universitas Pelita Bangsa ini membeberkan jika pelaporan tersebut berdasarkan hasil penelusurannya bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya di lokasi gedung SMPN 3 Karangbahagia beberapa waktu lalu yang beralamat di Perum Puri Nirwana Residences, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Hasil temuan tersebut, kata dia, banyak bagian bangunan sekolah yang sudah rusak parah. Seperti keramik lantai yang sudah hancur, plafon jebol, dan tembok di beberapa tiang bangunan yang ambrol. Padahal, kata dia, gedung sekolah tersebut belum setahun digunakan.

“Sekolah yang dibangun pada tahun 2018 dan selesai di pertengahan tahun 2019, tapi pas kita turun ke lapangan sangat memprihatinkan melihat kondisinya. Dengan pelaporan ini, kami berharap Kejari Kabupaten Bekasi menindaklanjutinya sesuai komitmen Satya Adhi Wicaksana,” cetus Fakhri Pangestu.

Pantauan di lapangan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, RR. Mahayu Dian Suryandary, dan Kasi Intel, Haerdin bersedia menemui perwakilan mahasiswa dan menerima laporan tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, RR. Mahayu Dian Suryandary menerima laporan Koordinator Aksi, Fakhri Pangestu, Senin (10/2/2020). Foto: Wisnu Wirian/suarabekasi.id.

Kejari Kabupaten Bekasi berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil seluruh pihak terkait.

“Soal laporan pastilah akan ditindaklanjuti, kerena tadi juga ada Ibu Kejari langsung ikut menerima kedatangan mahasiswa,” kata Herdin kepada sejumlah awak media yang meliput aksi tersebut. [WIS/MAN]

Tinggalkan Balasan