Banner Idul Fitri 1440H

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Bekasi dan DPRD Kabupaten Bekasi meminta Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, untuk tidak menerima seleksi calon Wakil Bupati yang saat ini tengah bergulir, Kamis (11/7/2019).

Ketua Distrik GMBI Kabupaten Bekasi, Rahmat Gunasin usai menggelar aksi mengatakan, melihat dinamika politik di Kabupaten Bekasi saat ini, pihaknya menilai akan sangat riskan bagi Bupati Bekasi bilamana memaksakan kehendak harus mencari Wakil Bupati Bekasi.

“Situasi politik kita saat ini, apalagi bila dilihat proses seleksi yang sangat rapuh dan mudah disusupi gratifikasi, maka saya menyarankan kepada Bupati Bekasi untuk menolak proses seleksi Wakil Bupati yang saat ini sedang berlangsung,” beber pria yang akrab disapa Boksu ini.

Namun, kata dia, bilamana dipaksakan harus tetap memiliki Wakil Bupati, pihaknya meminta agar pengambilan keputusan tidak perlu terburu-buru dan sebaiknya menunggu setelah Presiden RI terpilih dilantik pada pertengahan Oktober mendatang.

“Kita meminta Bupati Bekasi tidak memberikan rekomendasi kepada DPRD terkait calon Wabup periode 2019-2022 sebelum pelantikan Presiden,” bebernya.

“Kita juga meminta Bupati membubarkan atau membatalkan panitia seleksi calon Wabup periode 2019-2022 di DPD Golkar Kabupaten Bekasi, serta menolak seluruh penjaringan sebelum pelantikan Presiden terpilih,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Boksu, GMBI menyarankan agar saat ini Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang belum lama ini dilantik, untuk lebih fokus membuktikan kemampuannya dalam membenahi dan menata roda pemerintahan serta memenuhi semua janji kampanyenya.

“Bupati Bekasi harusnya lebih fokus dan konsentrasi untuk memperbaiki pengelolaan pemerintahan, serta kepentingan-kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi. Bukan malah sibuk menjaring Wakil Bupati,” tandasnya. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here