Roslin Simanjuntak (RS)
TERSANGKA BARU: Roslin Simanjuntak (RS), tersangka baru kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan barang dan jasa Genset di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi senilai Rp 2,1 Milyar tahun anggaran 2012. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kendati cukup alot, akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang berhasil menetapkan tersangka baru kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa Genset di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Kamis (26/2) Pukul 16.30 WIB.

Kali ini, yang ditetapkan sebagai tersangka adalah rekanan pemilik perusahaan pemenang tender PT. Siwahuring Jaya, Roslin Simanjuntak (RS).

Walaupun menolak untuk ditahan, tersangka akhirnya dibawa oleh petugas Kejari Cikarang dengan menggunakan mobil tahanan khusus.

Kendaraan tahanan tindakan pidana korupsi berplat merah Nopol B 9005 FOQ tersebut langsung membawa RS ke Lapas Bulak Kapal untuk ditahan sebagai tahanan titipan Kejari Cikarang.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cikarang, Fik Fik Zulrofik, mengatakan sebelum ditahan RS melakukan perlawanan dan menolak keras untuk dijadikan tersangka.

Namun, kata Fik Fik, setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan terakhir, akhirnya yang bersangkutan yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap dibawa ke LP Bulak Kapal.

“Ya kali ini kita kembali menetapkan tersangka baru yang sebelumnya sudah kita tetapkan tersangka lain, dalam rangkaian kasus serupa di RSUD Kabupaten Bekasi. Walaupun cukup alot tersangka memberontak dan menolak untuk dijadikan tersangka, namun berdasarkan alat bukti yang ada tetap kita tahan,” ujar Fik Fik kepada sujumlah awak media, di kantornya, Kamis (26/2) sore.

Terkait ancaman suami tersangka RS yang sudah kecewa terhadap penanganan kasus tersebut dan berencana akan mempraperadilankan Kejari Cikarang, Fik Fik menegaskan bahwa hal tersebut adalah bagian dari hak tersangka.

“Ya kalau mau praperadilankan silakan itu hak tersangka. Namun, yang jelas walaupun tersangka menolak dengan berbagai dasar argumen bahkan hingga tidak mau mendatangi BAP dan lain-lainya, berdasarkan alat bukti yang ada kita tetap tahan,” ungkapnya tegas.

Sementara itu, suami tersangka RS, Joper Sianipar, mengaku kecewa terhadap putusan Kejari Cikarang.

Menurutnya, istrinya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tidak salah karena dari awal pekerjaan pengadaan barang dan jasa tersebut, sudah dikuasakan sepenuhnya kepada pihak pelaksana pekerja yakni OS yang sudah ditahan terlebih dahulu oleh Kejaksaan.

“Istri saya tidak salah kok, dia hanya pemilik perusahaan sudah menguasakan sepenuhnya kepada pelaksana. Istri saya hanya menerima jasa saja,” belanya.

Ia mengaku akan berkonsultasi dengan pengacaranya untuk mempraperadilankan penanganan kasus yang tengah menimpa istrinya tersebut yang dianggap sepihak.

“Saya akan konsultasikan dulu sama pengacara saya untuk kita praperadilankan kasus ini,” pungkasnya dengan nada kecewa. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here