Bangunan Liar, Satpol PP, Polresta Bekasi
BONGKAR BANGLI: Gabungan anggota Satpol PP dan Polresta Bekasi Kabupaten, saat membongkar puluhan bangunan liar (Bangli) di sepanjang jalur Kalimalang Tegal Danas hingga arah Tol Cibitung. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Sebanyak 30 bangunan liar (Bangli) yang dihuni pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas lahan negara di sepanjang jalur Kalimalang, ?dibongkar serentak oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polresta Kabupaten Bekasi.

Pembongkaran Bangli tersebut dilakukan lantaran dianggap menyalahi aturan dan merusak fungsi keindahaan, ketentraman dan ketertiban (K3).

“Sebelum dibongkar kami (Satpol PP, red) sudah memberitahukan kepada PKL serta mendata langsung bangunannya yang berdiri di atas lahan negara,” ujar Kepala Seksi Penindakan dan Penegakkan Perda Satpol PP, Rama Matandung, saat berbincang dengan Suara Bekasi, di lokasi kegiatan, Jumat (12/12).

Dijelaskan Rama, pembongkaran bangunan PKL tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Bahkan, kata dia, bangunan PKL tersebut juga dinilai menyalahi aturan dari fungsi keindahan kota.

Satpol PP sendiri, sambung dia, sudah berkoordinasi dengan instansi yang lain seperti Bidang Pengairan pada Dinas Binamarga, serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk secepatnya lahan tersebut ditata agar tidak ditempati kembali.

Pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP, kata Rama, tidak hanya warung milik PKL. Tetapi juga ada bangunan permanen yang ditertibkan apabila menyalahi aturan yang berlaku, seperti berdiri di atas tanah negara.

Lebih jauh dia menjelaskan, pembongkaran dilakukan di sepanjang jalur Kalimalang dan Tegal Danas dengan sasaran warung PKL, hingga ke arah Tol Cibitung atau dekat Pool Sinar Jaya.

“Pembongkaran tidak hanya dilakukan di sepanjang Jalan Tegal Danas arah ke Pemda saja, tetapi akan berlajut ke arah Tol Cibitung,” bebernya.

Rama menambahkan, pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk segera merapihkan dan menata langsung bekas bongkaran tersebut.

Pasalnya, kata dia, dikhawatirkan jika tidak segera ditata, mereka para PKL akan masuk dan mendirikan kembali bangunan yang telah dibongkar.

“Terserah dari pihak Pengairan, Bina Marga maupun Pertaman?an, mau dijadikan apa lahan bekas bongkaran tersebut. Yang pasti, kalau bisa lahan bekas bongkaran langsung ditata dan dijadikan taman biar terlihat rapih dan indah,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here