Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja didampingi Kapolres Mtro Bekasi, Dandim 0509, Kajari Kabupaten Bekasi, dan Muspika Kecamatan Tambelang saat meninjau rumah roboh di Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang, Jumat (6/3/2020) petang. foto: Wisnu Wirian/suarabekasi.id

SUARABEKASI.id, Tambelang: Bupati Bekasi didampingi unsur Forkopimda yang terdiri dari Kapolres Metro Bekasi, Dandim 05/09 Kabupaten Bekasi, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi melakukan blusukan ke Kecamatan Tambelang, Jumat (6/3/2020) sore.

Dalam kegiatan itu, Bupati Eka Supria Atmaja meninjau langsung pembangunan rumah warga yang roboh sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut.

Groundbreaking dilakukan untuk empat rumah yang sudah tidak layak huni di Desa Sukarahayu yang berasal dari bantuan program Corporate Social Responibility (CSR) Bank BJB, bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja tengah membonceng kendaraan roda dua saat blusukan meninjau rumah roboh di Kampung Balong Gempol Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang, Jumat (6/3/2020) sore. Foto: Wisnu Wirian/suarabekasi.id

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bekasi menjelaskan terdapat dua desa di Kecamatan Tambelang yang menerima bantuan renovasi rumah. Di antaranya tiga unit rumah di Desa Sukarahayu, dan satu unit rumah di Desa Sukarapih.

Masing-masing rumah tersebut berukuran 5×6 meter persegi yang akan dibangun di keempat desa di Kecamatan Tambelang.

“Kita melihat bahwa ada warga kita yang memang rumahnya sudah hampir roboh, karena khawatir akan membahayakan pemilik rumah, maka kita robohkan dan langsung kita bangun,” ungkap Eka kepada sejumlah awak media.

Ia mengatakan, akan ada program Bedah Nata Rumah (Bebenah), yang merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk menekan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi bersama Kapolres Metro, Dandim 0509, dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi meletakkan batu pertama rumah roboh di Kampung Balong Ampel, Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang, Jumat (6/3/2020) sore. Foto: Wisnu Wirian/suarabekasi.id

Menurutnya, program Bebenah nantinya dapat berjalan dengan baik, dengan melakukan proses seleksi yang dilakukan pada tingkat desa dan kecamatan.

“Masing-masing desa menseleksi mana saja rumah yang ada di desa dan kecamatan, masyarakat yang rumahnya tidak layak akan kita bantu, sesuai dengan prioritasnya,” tegasnya.

Lebih jauh Eka mengatakan, target program Bebenah pada 2020 ini sebanyak 2000 rumah tidak layak huni dengan anggaran kurang lebih Rp 20 juta untuk satu rumah.

Eka berharap, tidak ada lagi rumah roboh dan tidak layak ditinggali, sehingga membahayakan untuk bagi penghuninya.

“Saya berharap, tidak ada lagi rumah yang roboh, dan tidak layak untuk ditempati. Karena sangat membahayakan, dan itu akan menjadi perhatian kita ke depan,” pungkasnya.

Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari, saat menjenguk warga sakit di Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang, Jumat (6/3/2020) petang. Foto: Wisnu Wirian/suarabekasi.id

Pantau suarabekasi.id di lapangan, setelah melakukan peletakan batu pertama, Bupati Bekasi bersama Forkopimda melanjutkan kegiatan blusukannya ke Desa Sukarapih untuk menyambangi warga yang sedang sakit.

Bupati memberikan bantuan moril hingga materil kepada warga yang sakit. Selain bersapa dengan warga yang hadir, kegiatan kunjungan diakhiri dengan menghadiri resepsi pernikahan salah satu warga yang tak jauh dari lokasi rumah warga yang sakit. [WIS/ADV]

Tinggalkan Balasan