Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, Anden, berjanji akan segera memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan RS Multazam Medika terkait kasus pasien meninggal. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Belasan mahasiswa yang tergabung dari dua kampus yaitu Universitas Bhayangkara dan Pelita Bangsa, yang mendampingi suami pasien Siti Mariam, asal warga Kampung Jati, RT. 008 RW. 008, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, yang diduga meninggal karena ditelantarkan, cukup kecewa dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, dalam pertemuan pada Jumat (14/10) kemarin, di ruangan Dinas Kesehatan yang menghadirkan pihak RSU Multazam Medika, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Oded S Yahya dan para staffnya, terkesan lebih berpihak kepada RSU Multazam Medika.

Dikarenakan, semua keluhan dan rentetan perlakuan pasien dari pihak RSU Multazam Medika, kurang didengarkan Oded S Yahya. Apalagi, Plt. Kadinkes hanya menutupi dugaan kelalaian pelanggaran dari RSU Medika Multazam, dari Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, hanya penyelesaian utang pembayaran pasien yang sudah meninggal, untuk ditanggung suami, Jakaria.

“Kami akan monitor (pelunasan utang, red) pihak RSU Mutazam Medika, kami akan memfasilitasi ke owner (Rumah Sakit, red) itu, untuk (pelunasan) itu terkait (utang) 32 Juta itu,” ujarnya saat diwawancarai, usai pertemuan tersebut.

Dikatakan Oded, menurut keterangan, rumah sakit sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sehingga untuk saat ini pihaknya dari Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi suami korban, agar terbebaskan dari utang tunggakan pembayaran. Namun, Dinkes sendiri optimis bisa melakukan itu.

“Saya optimis, bahwa (pelunasan utang, red) itu akan (dibebaskan, red) RSU Multazam Medika itu akan membantu. Biar nanti ada solusi yang baik, pokoknya nanti akan kita monitor terus. Keinginan saya, bahwa itu harus dibebaskan,” katanya.

Karena belum ada kepastian dari aduan suami korban yang didampingi mahasiswa, mereka pun mengadu ke Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, agar permasalahan utang tersebut dapat dibebaskan. Kendati demikian, mahasiswa juga menuntut izin operasional RSU Mutazam Medika agar dicabut.

Mahasiswa Pelita Bangsa, Nughi Trinanda, menegaskan, bila tidak ada lagi Pemerintah Daerah untuk memperhatikan dan membantu masyarakat miskin, pihaknya akan menggalang dana koin untuk RSU Multazam Medika. Agar utang pembayaran almarhum Siti Mariam dan bayinya yang sudah meninggal dapat terlunasi sebesar Rp32 Juta.

“Kalau itu tidak ada solusi terhadap si korban, kami mahasiswa dari Universitas Bhayangkara dan Pelita Bangsa akan menggalang dana sosial terkait korabn tersebut. Kemudian, kami juga akan menuntut cabut izin operasional RSU Multazam Medika,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV, Anden, mengatakan dalam waktu dekat, ia akan memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi tepatnya pada Selasa 18 Oktober 2016 mendatang. Dikarenakan, perlu ada penilaian pelanggaran dari Dinas Kesehatan dengan peristiwa tersebut. Dikarenakan, perlu ada pendapat dari berbagai pihak terkait.

“Jadi dalam pertemuan itu meminta agar Komisi IV DPRD Kabupaten mendesak Dinas Kesehatan agar mencabut izin RS tersebut,” kata Anden

Anden menjelaskan, akan memanggil juga pihak dari RSU Multazam Medika. Namun, apabila RSU Multazam Medika terbukti telah melakukan suatu penyimpangan atau penelantaran dalam penanganan pasien, maka pihaknya meminta Dinas Kesehatan melakukan tindakan tegas bahkan pencabutan izin.

“Apabila ini terjadi ya, ini juga sebagai shock terapi bagi rumah sakit-rumah sakit yang lain, agar jangan sampai penanganan pasien terulang kembali seperti kejadian yang dilaporkan oleh mereka,” ucapnya.

Ia pun meminta agar rumah sakit lainnya yang berada di Kabupaten Bekasi dalam menjalankan fungsinya, tegas Anden, tidak hanya mengutamakan materi tetapi juga mengedepankan nilai sosial dan sisi kemanusiaan.

“Saya percaya Dinas Kesehatan punya penilaian tersendiri untuk mengatasi hal ini. Tetapi saya juga akan mengawal ini sampai sejauh mana sih pelanggaran dari rumah sakit ini di dalam menangani pasiennya ini,” jelas dia. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here