Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran sosialisasi tentang keselamatan dan kecelakaan kerja (K3), di Dinas Tenaga Kerja. Hal itu terkaiat dengan banyaknya angka kasus kecelakaan kerja selama tahun 2016 yang mencapai 3.102 kasus.

Anggota komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno mengatakan, dari awal tahun 2014, pihaknya telah memerintahkan Disnaker melalui pengawas tenaga kerja untuk meningkatakan ‘zero accident’, yang artinya jangan ada lagi kecelakaan kerja di perusahaan pekerja diperusahaan.

“Menurut saya yang harus digalakan adalah sosialisasi kepeda semua pihak, diantaranya pelerja, pengusaha dan intansi terkait,” kata, Kamis (22/12/2016).

Lanjut dia, pemerintah harus merangkul pekerja dan pengusaha jika terdapat kendala mengenai kecelakaan kerja, apalagi anggaran yang disediakan cukup besar.

Nyumarno menambahkan, dalam meminimalisir kecelakaan kerja, pihaknya juga meminta perusahaan untuk mendapatkan sertifikat K3, karena sejauh ini pihaknya mensinyalir banyak perusahaan yang tidak memiliki sertifikat tersebut.

Selain itu, mesin yang digunkan perusahaan juga wajib memiliki peringatan dini terkait keselamatan pekerja agar jumlah kasus kecelakaan tidak lebih besar dari tahun sebelumnya. [SEP]

Tinggalkan Balasan