Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin. Ist/Suara Bekasi Online
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin. Ist/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Memasuki hampir pertengahan tahun, hingga kini pekerjaan fisik bangunan baik itu sekolah, puskesmas, jembatan dan lainnya tak kunjung dikerjakan. Penyebabnya lantaran, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bekasi tak kunjung melelang kegiatan pembangunan fisik.

“Proyek sedang kita upayakan ke dinas terkait, meskipun dalam kondisi seperti ini, kegiatan sarana dan prasarana harus tetap terlaksanakan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin, Sabtu (2/5).

Menurut informasi yang ia dapat, presiden pun meminta adanya percepatan pembangunan meskipun saat ini tengah terjadi pandemi Covid-19. Disisi lain, tak ada pula kebijakan pemerintah daerah untuk menghentikan proyek pembangunan.

“Kan tempo hari ada kebijakan presiden harus ada percepatan pembangunan, lagian pemda juga belum ada kebijakan untuk menghentikan sementara proyek. Saya dalam waktu dekat ini mau ke ULP atau dinas terkait, ingin menanyakan hal ini terkait dengan pelaksanaan proyek,” bebernya.

Ia menambahkan, sepengetahuannya hingga kini memang belum ada proses pembangunan gedung di ULP, sehingga bila merunut pada pertanggalan, ia merasa sudah saatnya pembangunan fisik digelar.

“Sepengetahuan saya lelang sampai saat ini belum digelar juga, dalam waktu dekat ini kita akan tanya mereka, melalui telekonpers. Ini memang sudah memasuki bulan aktivitas pelaksanaan kegiatan proyek, kita mau dengar pendapat dulu dengan dinas terkait,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, pelaksanaan proyek ini dirasa perlu dilakukan hal ini untuk mengantisipasi terjadinya Silpa di Kabupaten Bekasi. Sebab, pembangunan fisik bangunan merupakan penyumbang terbesar penyerapan anggaran APBD.

“Kita mencegah supaya tidak Silpa, walaupun kita maklum dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini. Tapi ada hal-hal yang bisa dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

“Kalau pekerjaan fisik bangunan kalau diagendakan sampai ABT, gak bakal kekejar, makanya sudah saatnya bulan ini dikejar prosesnya. Yang saya dengar yang sudah berjalan pekerjaan perbaikan, perawatan, pemelihataan saja. Itupun baru sebatas administrasinya saja yang sudah dibuat, walaupun fisiknya belum dikerjakan,” tandasnya. [ADV]

Tinggalkan Balasan