Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar. Ist/Suara Bekasi Online
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar. Ist/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Di tengah masa pandemi Covid-19, perekonomian global mengalami pelambatan lantaran beberapa sektor mengalami pelemahan pendapatan, salah satunya berasal dari sektor pariwisata.

Untuk itu, DPRD Kabupaten Bekasi berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dapat membantu mencarikan solusi agar sektor pariwisata dapat kembali menggeliat.

“Di masa pandemi ini, sektor pariwisata merupakan salah satu yang ikut terdampak secara ekonomi. Memang tidak semua jenis usaha pariwisata mengalami penurunan yang signifikan, ada beberapa usaha yang juga mengalami penurunan tapi tidak signifikan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar, di kantornya, Selasa (6/10).

Ia menuturkan, ketika masa awal pandemi yang menerapkan PSBB, sektor pariwisata sempat terpukul lantaran adanya kebijakan untuk menutup total usaha yang bergerak di bidang kepariwisataan.

Kini, wisata Kabupaten Bekasi sudah mulai bergeliat setelah kembali diizinkan pariwisata kembali beroperasi, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Dulu memang ketika harus ditutup sektor pariwisata sempat tidak ada pemasukan. Sekarang setelah boleh beroperasi lagi, dari sektor pariwisata kini sudah mulai ada pemasukan, walaupun tidak sebanyak dahulu paling sekitar 70-80 persen saja. Tapi, itu juga hanya dari pariwisata yang swafoto atau wisata alam saja,” bebernya.

Wisata alam kembali ramai dikunjungi masyarakat, kata dia, disebabkan tiket masuk yang dikenakan kepada pengunjung terjangkau.

Namun, ada pula jenis usaha pariwisata yang hingga kini masih saja merugi yakni usaha yang bergerak di bidang wahana air.

“Walaupun semua tempat usaha boleh dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tapi usaha kayak water boom itu sampai sekarang masih saja lesu. Mungkin penyebabnya karena factor tiket masuk yang terbilang mahal, terus juga karena sarana air itu bisa berpotensi penyebaran Covid-19, jadi masyarakat takut untuk wisata air,” ungkapnya.

“Kalau informasi yang saya dapat, wisata air itu pemasukannya juga cuman sekitar 30 persen dari sebelum pandemi. Jadi saya rasa ini perlu menjadi salah satu perhatian kita,” imbuh Politisi Partai Golkar ini.

Dengan demikian, ia menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam hal ini Dinas Pariwisata dapat ikut membantu menyelesaikan persoalan ini, agar perekonomian sektor pariwisata di bidang wahana air dapat kembali menggeliat. [ADV]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here