Pustu, Babelan
Pembangunan Pustu Desa Bahagia Puskesmas Babelan I Kecamatan Babelan yang diduga tidak sesuai RAB. FOTO: INDRA GUNAWAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Babelan: Puskesmas Pembantu (Pustu) Babelan Kota yang berada di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan, seharusnya sudah menjadi Puskesmas Induk. Namun, dalam kenyataannya sangat tidak memungkinkan.

Pasalnya, keadaan Puskesmas Pembantu Babelan yang baru selesai dibangun beberapa bulan lalu, nyaris sudah mengalami kerusakan. Mulai dari keretakan tembok, keramik yang tidak padat hingga kebocoran plafon di mana-mana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Babelan, Dimyati, mengaku pihaknya hanya ketempatan saja. Sedangkan urusan pembangunan ada pada Dinas Bangunan (Disbang) Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Menurut Dimyati, sebenarnya pihaknya berharap itu bukan Pustu dan juga berharap tidak direhab oleh Disbang.

Namun, karena itu bukan domainnya, atas surat perintah pembangunan Pustu melalui Disbang, akhirnya dikerjakan. Tapi, kata dia, pembangunan Pustu tidak diketahui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Kita berharap bangunan Pustu Babelan tidak direhab. Karena adanya surat perintah oleh Disbang, akhirnya dikerjakan juga. Tapi, dalam pengerjaannya Dinkes tidak mengetahui,” kata Dimyati kepada wartawan, baru-baru ini.

Lebih jauh Dimyati membeberkan, Dinkes sebenarnya berencana bahwa tahun 2015 ini akan menjadikan Pustu Babelan sebagai Puskesmas Induk. Meskipun sudah terealisasi menjadi Puskesma Babelan I.

Dimyati pun mengakui,  bahwa Pustu Babelan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 800 juta, dan pembangunan pun sudah dilaporkan ke Dinkes. Jika memang dalam pembangunannya ada kekurangan, pihaknya segera akan melaporkan.

“Pembangunan Puskesmas Pustu sekitar Rp 800 juta. Jika ada kekurangan dalam pembangunannya, maka akan kita laporkan,” ujarnya.

Dimyati menambahkan, untuk alat Poli Gigi yang berada di luar Pustu yang menjadi temuan pihaknya akan segera dilaporkan juga. Karena hal itu sebelumnya sudah diberitahukan kepada Pemborong untuk dimasukkan kembali.

“Sampai saat ini belum ada serah terima dari pemborong ke Dinkes,” tandasnya. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here