Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, H. Uju, saat menyampaikan kata sambutan dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Kelitbangan Kabupaten Bekasi, di Hotel Antero, Cikarang Utara, Rabu (27/11/2019). Foto: Humaspro.

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Utara: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Uju, resmi membuka kegiatan Penguatan Kelembagaan Kelitbangan Kabupaten Bekasi, di Hotel Antero, Cikarang Utara, Rabu (27/11/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui diseminasi hasil penelitian dan pengembangan daerah pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi 2018, penetapan inovasi daerah Kabupaten Bekasi 2018 dan peresmian unit pelayanan Model Pojok ATM Inovasi (MPO ATMI).

Mewakili Bupati Bekasi, Uju menyampaikan jika selama tahun 2018 Balitbangda Kabupaten Bekasi menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam menunjang penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan.

“Tidak hanya menghasilkan buku kajian saja, namun Balitbangda telah melaksanakan kegiatan-kegiatan pengembangan potensi asli desa, penerapan model kebijakan serta pengembangan inovasi daerah yang dilakukan melalui berbagai fasilitasi-fasilitasi kegiatan pengembangan inovasi daerah, di antaranya adalah laboratorium inovasi Kabupaten Bekasi yang sampai saat ini telah melahirkan 101 ide kreatif dari berbagai perangkat daerah,” Uju membeberkan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga meresmikan unit pelayanan Model Pojok ATM Inovasi (MPO ATMI).

Unit ini, kata Uju, akan memberikan bantuan berupa bimbingan dan pendampingan dalam menciptakan ide inovasi baru melalui metode amati, tiru dan modifikasi (ATM).

Tak hanya itu, unit ini juga akan bergerak ke sekolah-sekolah dan desa-desa untuk memperkenalkan pentingnya pola pikir inovatif dalam mengembangkan potensi diri para pelajar dan masyarakat desa.

“Nantinya unit ini akan tersedia untuk bapak ibu sekalian, dan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitator pendamping pengembangan inovasi daerah. Saya harap unit ini akan dapat membantu siswa-siswa dan para masyarakat desa sehingga bisa memiliki daya saing diri yang tinggi untuk menghadapi era industrial,” harapnya.

Masih menurut Uju, dalam arahan yang tertuang pada peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tahapan dan Pedoman Penelitian, Pemerintah Pusat telah menekankan pentingnya planning by research dan policy by research.

“Ini diperuntukkan agar pengambilan keputusan strategis dapat dilakukan secara tepat dan bermanfaat serta bermakna bagi kepentingan publik,” tandas Uju.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelanggaraan pemerintahan dipengaruhi oleh ketepatan para perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan publik yang baik.

“Kebijakan publik yang baik adalah kebijakan yang output-nya tepat sasaran pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara pada Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia Tri Widodo Wahyu Utomo, para Asisten Daerah Kabupaten Bekasi, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi, dan Camat se-Kabupaten Bekasi. [RYN]

Tinggalkan Balasan