Kadinkes
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Muharmansyah Boestary. Foto: Wisnu Wiriyan/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang hingga saat ini mengaku masih mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan mesin penghancur limbah (incenerator), yang diberikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi kepada beberapa Puskesmas pada 2013 lalu yang diduga terindikasi merugikan keuangan negara.

“Terkait incenerator Dinkes masih dalam proses pemeriksaan terhadap para saksi-saksi,” terang Kasie Intelejen Kejari Cikarang, Arjuna, kepada Wartawan, di kantornya, Senin (22/6/2015).

Ia menjelaskan, pihaknya tidak bisa semena-mena dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, artinya perlu banyak pembuktian. Terlebih saat ini, kata dia, banyak kasus dari para penegak hukum yang sangat mudah menetapkan seseorang menjadi tersangka.

Namun, setelah melewati beberapa tahapan hukum bisa lepas jeratan hukum. Tentunya hal itu nantinya dapat mencoreng penanganan hukum yang ada, serta dapat menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak.

Lebih jauh ia menuturkan, pihaknya meminta kepada semua pihak agar bersabar dalam menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Kejari Cikarang terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mesin penghancur limbah medis itu.

Artinya, kata dia, masyarakat memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Kejari Cikarang untuk menuntaskan perkara tersebut.

“Kami minta semua pihak bersabar. Sebab kemungkinan besar kasus ini jadi, sehingga bisa untuk disidangkan,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cikarang, Teguh Darmawan, mengatakan bahwa setiap penanganan perkara hukum yang dilakukan pihaknya harus sesuai ketentuan hukum sesuai standar operasional prosodur (SOP. Sehingga nantinya semua tidak ada pihak yang dirugikan.

“Untuk (kasus) incenerator Dinkes sedang berjalan karena sudah Lid,” singkatnya.

Sekadar diketahui, kabar yang beredar di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, bahwa Kejari Cikarang sudah menetapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Muharmansyah Boestary, menjadi tersangka dalam kasus pengadaan incinerator. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here