Sekolah Roboh, Sekolah Ambruk
Tiga lokal bangunan SDN Sukamurni 02 yang ambruk beberapa waktu lalu, lantaran usianya yang sudah tua. Kondisi tersebut terjadi akibat belum terselesaikannya persoalan sengketa lahan antara ahli waris dan pemerintah daerah. Foto: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Arjuna, mengatakan kasus sekolah roboh hingga saat ini masih dalam proses penyidikan dan baru masuk tahap satu. Kejari Cikarang bakal terus memburu pelaku kasus roboh tersebut.

Sementara persoalan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam kasus tersebut sudah P19. Karena sebelumnya pihak kepolisian sudah menyerahkan berkas. Akibat berkas tersebut belum lengkap, akhirnya dikembalikan lagi dan statusnya P19.

“Itu sudah masuk tahapan P19 dan itu proses. Karena pertama kan nanti penyidik Surat Pemberirtahuan Dimulai Penyidikan (SPDP). Seusai SPDP diberikan berkas perkara. Itu tahap 1, tahap 1 itu diteliti oleh Jaksa, setelah diteliti ternyata ada kekurangan,” paparnya kepada wartawan, Rabu (12/11).

Menurutnya, ada jangka waktu dalam penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Nanti kalau dari polisi sudah kembali lagi sesuai dengan yang diminta Jaksa peniliti ada dua (kemungkinan). Antara dikembalikan lagi (P19) atau P21,” paparnya.

Setelah P21, sambung Arjuna, baru memasuki tahap 2. Tahap dua, kata dia, adalah proses penyerahan tersangka dan barang bukti pada persoalan yang dimaksud.

Disinggung apakah kasus tersebut berhenti, dirinya memastikan bahwa kasus tersebut akan terus berjalan. “Itu masih dalam proses. Jadi bukannya berhenti, nggak. Tapi proses,” tutunya.

Diberitakan sebelumnya, Forum Badan Permusyawaratan Desa (FBPD) Kabupaten Bekasi meminta Polresta Bekasi Kabupaten untuk tidak tebang pilih dalam proses penyidikan persoalan sekolah roboh di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, Polresta Bekasi Kabupaten belum dapat menargetkan kapan berkas mengenai persoalan sekolah roboh kembali dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang.

Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, AKP Wirdhanto Hadichaksono, mengatakan kalau pihaknya masih berusaha melengkapi berkas yang beberapa waktu lalu dikembalikan oleh Kejari Cikarang.

Pihak kepolisian, kata dia, masih melakukan penyidikan guna melengkapi berkas terkait robohnya sekolah di wilayah Kabupaten Bekasi. Dan, proses tersebut akan dilakukan sampai dengan selesai dan kembali dilimpahkan ke Kejari Cikarang.

“Masih kita lengkapi berkasnya, namun kita masih tidak bisa membicarakan target waktu. Tapi, kita berharap sesegera mungkin berkasnya sudah rampung,” ujarnya.

Selain itu, bangunan roboh yang notabene RKB di sejumlah sekolah di Kecamatan Pebayuran, antara lain, SDN Bantar sari 01, Bantarsari 03, SDN Kertajaya 03 dan 04, serta SDN Karang patri 03 dan 04. Pembangunan RKB tersebut didapat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Jabar yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. [WIS]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here