Beranda Berita Utama Kebaktian Umat Kristiani Bikin Resah Warga Pahlawan Setia

Kebaktian Umat Kristiani Bikin Resah Warga Pahlawan Setia

0
Gereja
Warga Perumahan Bumi Sakinah dan sekitarnya usai berdialog dengan unsur Muspika Kecamatan Tarumajaya, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Tarumajaya: Ratusan masyarakat yang berada di Kampung Tambun Kapling dan Perumahan Bumi Sakinah RT. 05/04 Dusun 2 Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi merasa resah dan geram.

Keresahan mereka dipicu oleh adanya kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Yones Seroan Kristen Prostestan asal Manado, yang sebelumnya pernah memimpin Gereja Panta Kosta pindahan dari Perumahan Villa Mutiara Nusa Indah Cibitung.

Tokoh masyarakat Kampung Tambun Kapling, Uci Sanusih, mengtakan, keberadaan kebaktian atau pembinaan moral umat Kristiani tersebut sudah membuat resah.

“Umat Islam sekitar sudah resah gelisah atas kegiatan kebaktian atau bimbingan rohani yang dipimpin oleh Pendeta Seroan. Kami takut apa yang tidak kita inginkan terjadi seperti gesekan pada masyarakat,” kata Uci Sanusih saat berbincang dengan Suara Bekasi Online, Senin (29/2/2016).

Namun demikian, Uci Sanusih mengaku bersama warga setempat tidak merasa takut dan siap menyelesaikan persoalan tersebut.

“Gak peduli dia orang menetap atau ngontrak, yang jelas mereka telah melanggar aturan,” ucap Uci.

Dikatakannya, kegiatan tersebut sebelumnya tanpa meminta izin aparat dan warga setempat, namun mereka sudah melakukan kegiatan keagamaan tersebut, sehingga memancing reaksi keras dari masyarakat.

“Itu wajar-wajar saja kalau masyarakat marah sebagai bentuk reaksi refleks ketika mendengar ada kegiatan yang melanggar di sekitarnya,” ujar dia.

Menurutnya, kebaktian bukan pada tempatnya (Gereja legal, red) merupakan suatu provokasi terhadap masyarakat sekitar.

“Mereka telah melanggar UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yaitu memanfaatkan ruang tidak seizin pemanfaatan ruang,” jelasnya.

Tolak GerejaLebih jauh ia menjelaskan, masyarakat Muslim bukannya tidak menghargai toleransi dan kebebasan dalam beragama, namun warga tidak ingin terulang kembali kejadian serupa seperti warga di Perumahan Mustika Jaya Kota Bekasi.

“Hal itu yang menjadi dasar pembelajaran dan pengalaman bagi kami warga Perumahan Bumi Sakinah dan sekitarnya. Kami takut jika ini dibiarkan akan merubah tatanan masyarakat kami,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika ada yang mau mendirikan Gereja atau kegiatan keagamaan (Kebaktian, red) di wilayah yang mayoritas umat Islam, minimal 90 orang harus menyetujui.

“Seharusnya mereka faham apa itu Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri, semua tentang ruah ibadah tertuang di dalamnya,” tegasnya. [GUN]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini