Disabilitas
Salah satu anak penyandang cacat (difabel) di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), saat menerima bantuan dari Komunitas Jakarta yang dipimpin Menu Dwi Yanti beberapa waktu lalu. Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Muaragembong: Para penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Bekasi menuntut perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Mereka meminta tidak ada diskriminasi terhadap kaum difabel dalam soal pendidikan, ketenagakerjaan dan kesehatan.

Seperti yang terjadi di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), masih banyak anak penyandang disabilitas yang luput dari perhatian Pemerintah Daerah.

Para penyandang disabilitas tersebut mestinya mendapatkan perawatan medis secara berkala serta penanganan kesehatan secara intensif.

Hendri Maulana, bocah 6 tahun dari anak seorang nelayan yang tinggal di Kampung Beting, RT. 003/002, Desa Pantai Bahagia, kurang mendapatkan perhatian khusus, baik dari pihak kesehatan setempat maupun Dinas Sosial.

Beberapa waktu lalu Hendri mendapatkan sebuah kursi roda dari Bupati Bekasi. Itu pun setelah booming berita tentang keadaannya di-upload di sosial media (sosmed).

Namun menurut ibunya, kursi roda tersebut tidak terpakai karena tubuh Hendri tidak bisa duduk dan amat menyulitkan jika berada di kursi roda standar.

Sedangkan, di Kampung Muara Bendera, Karman yang berusia 15 tahun, belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali dari Pemerintah, baik kursi roda atau pun penanganan medis secara intensif.

Komunitas Jakarta yang dipimpin Menu Dwi Yanti bersama rekan relawan Cella, Tomi, Stella dan papanya membawa pesan berbagi kebaikan dari donatur lain seperti Hera Handayani dan Funnywati Sucipto.

Para relawan yang membawa donasi yang diberikan rekannya di Jakarta, berangkat dengan membawa 4 kursi roda, makanan tambahan gizi, baju layak pakai dan bacaan untuk anak nelayan penyandang disabilitas dan dhuafa di Desa Pantai Bahagia.

OK-Kaum Difabel di Muaragembong Tuntut Kesamaan Hak.suara-bekasi.com.jpg1-20160831-010624Kursi roda tersebut diberikan kepada Hendri Maulana (6), Tarkim (20), Rosandi (16), Karman (15), kesemuanya adalah warga Desa Pantai Bahagia.

“Penyaluran bantuan berupa kursi roda, merupakan salah satu hal yang hanya bisa dilakukan oleh kami untuk teman-teman difabel dan para dhuafa. Kami berusaha memudahkan aktifitas meski mereka penuh dengan keterbatasan. Mereka juga mempunyai hak yang sama baik sebagai warga negara mau pun sebagai manusia,” ungkap Menu Dwi Yanti.

Dari pantauan Suara Bekasi Online, saat ini kondisi penyandang disabilitas di Muaragembong masih banyak yang belum mendapatkan fasilitas dari Dinas Sosial yang seharusnya mereka terima.

Padahal, bantuan tersebut diharapkan dapat memudahkan upaya anak-anak yang mempunyai keterbatasan fisik untuk beraktifitas sehari-hari. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here