Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin
Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Terkait ?penetapan status tersangka Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Dikdik Jasmedi Astra, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengatakan belum dapat mengambil tindakan yang lebih tegas, lantaran sampai saat ini dirinya belum menerima salinan copy atas penetapan status tersangka yang dikeluarkan Polresta Bekasi Kabupaten.

“Saya belum bisa mengambi tindakan tegas, karena belum menerima salinan copian ?dari pihak penegak hukum atas penetapan status tersangka,” ujar Neneng kepada wartawan, usai menemui Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa (30/12).

Neneng menilai, bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang tengah disidik atau apalah namanya, jika sudah ada penetapan status tersangka baru akan ada aturannya.

Mengenai status tersangka yang dikenakan kepada Kasatpol PP, katanya, pihaknya akan meminta kepada Inspektorat dan Baperjakat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Neneng menuturkan, tidak akan ada bantuan hukum dari Pemerintah Daerah bagi pejabat yang apabila sudah berketetapan hukum yang ?tetap. Yang pasti, kata dia, pejabat bersangkutan yang mencari sendiri pengacara yang akan membelanya.

“Nanti saya akan perintahkan Inspektorat dan Baperjakat untuk menindaklanjuti pengenaan status tersangka kepada Kasatpol PP,” ucap Politisi Partai Golkar ini.

Ditambahkannya, selaku pimpinan, Neneng menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum yang membidik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah dan bersikukuh tidak akan menyediakan pengacara kepada pejabat tersebut.

“Pokoknya tidak akan ada intervensi, bahkan juga bantuan hukum apabila ada pejabat yang tersangkut kasus korupsi, sebagaimana komitmen dalam mendukung penegakkan hukum?,” tegasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here