Geruduk PT. CL
UNJUK RASA PT. CL: Puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Babelan yakni Desa Muara Bakti, Desa Buni Bakti dan Desa Kedung Pengawas lakukan aksi unjuk rasa ke PT. Cikarang Listrindo (PT. CL) yang terletak di Desa Muara Bakti, Senin (16/02/2015). Mereka menuntut PT. CL segera perbaiki semua infrastruktur di lingkungan perusahaan tersebut serta mengutamakan perekrutan karyawan dari warga setempat. Tampak Kepala Desa Buni Bakti, Hidayatulloh, saat diwawancara sejumlah awak media. FOTO: HERRY ZAINUL KHUSNI/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Utara: Puluhan anggota Karang Taruna Kabupaten Bekasi datangi Polresta Bekasi Kabupaten untuk mendampingi Ketua Karang Taruna Desa Muara Bakti, Luin Bastian, yang sebelumnya telah dilaporkan oleh PT. Cikarang Listrindo (CL) terkait aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bekasi, Arif Rahman Hakim, mengatakan jika tuduhan PT. CL terkait aksi beberapa waktu lalu yang telah menimbulkan kerugian itu tidak benar, dan semua yang menjadi laporan pihak CL adalah aksi yang sudah dianggap arogan.

“Dalam laporan yang sudah dibuat PT. CL, semuanya tidak benar dengan mengatakan sudah mendapatkan kerugian yang besar atas aksi warga bebarapa waktu lalu,” ujar Arif Rahman Hakim kepada wartawan, di Cikarang, Selasa (3/3/2015).

Ia menjelaskan, bahwa aksi yang dibuat warga adalah sepontanitas yang memang masih banyaknya kewajiban yang belum dilakukan oleh PT. CL atas kerugian yang berdampak terhadap warga sekitar.

“Aksi kemarin itu spontanitas. Karang Taruna Kabupaten Bekasi advokasi warga sana, masih banyak kewajiban PT. CL belum dilaksanakan,” jelasnya.

Dibeberkan Arif, Kecamatan Babelan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan terbanyak kedua di Kabupaten Bekasi. Sementara, keberadaan PT. CL di Kecamatan Babelan tidak bisa membantu warga miskin, salah satunya perekrutan tenaga kerja yang masih minim dari warga sekitar.

“Dengan kehadiran PT. CL mestinya dapat membantu mengurangi garis kemiskinan di Kecamatan Babelan. Begitu juga dengan masih banyaknya tenaga kerja yang bukan warga sekitar,” bebernya.

Arif Rahman Hakim menambahkan, dengan adanya konflik seperti ini pihaknya akan membuat posko untuk mem-follow up semua perizinan yang dimiliki PT. CL yang selama ini diduga masih gelap.

Posko tersebut, kata dia, nantinya dapat  digunakan untuk menampung informasi dan keluhan-keluhan dari warga sekitar.

“Kita akan membuat posko untuk warga dan kita juga akan mem-follow up perizinan PT. CL. Salah satu yang patut dipertanyakan adalah lokasi PT. CL yang seharusnya dibangun di Desa Hurip Jaya, namun justru membangun di Desa Muara Bakti,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here