Beranda Berita Utama Kabupaten Bekasi Siap Kembangkan Potensi Pariwisata Kebudayaan

Kabupaten Bekasi Siap Kembangkan Potensi Pariwisata Kebudayaan

0
Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora), Kabupaten Bekasi, H Jamaludin
Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi, H. Jamaludin. FOTO: WISNU WIRIYAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi?, Jamaludin, mengatakan dengan dikukuhkannya tujuh orang tim pelestari cagar budaya, diharapkan secepatnya bekerja dengan membuat kajian dan menilai potensi cagar budaya berupa situs maupun benda bersejarah yang ada di 107 titik di 21 kecamatan.

“Dengan dikukuhkannya tujuh orang tim pelestari cagar budaya secepatnya ?bekerja dengan membuat suatu kajian atas cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Bekasi seperti situs, benda bersejarah dan peninggalan lainnya,” ujar Jamaludin, saat ditemui di Pendopo Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jumat (5/12).

Dijelaskan Jamaludin, tim pelestari cagar budaya yang dikukuhkan terdiri dari beberapa unsur, diantaranya Damin Sada selaku Tokoh Masyarakat, Ali Anwar Pengamat Sejarah Bekasi, Muhtadi Muntaha Pemerhati Budaya, Daeng Muhammad Pemerhati Budaya, H. Naryo Pemerhati Budaya, serta Komar Pengamat Budaya.

Pihaknya, kata dia, meminta pemikiran tokoh-tokoh tersebut untuk membantu melakukan kajian serta menilai benda cagar budaya yang nantinya akan dilindungi keberadaannya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

?Masih menurut Jamaludin, keberadaan tim pelestari benda cagar budaya merupakan langkah yang diinginkan pemerintah. Tim pelestari akan mengkaji serta menilai secara keilmuan akan situs dan benda budaya yang kemudian harus diapakan kedepannya oleh Pemerintah Daerah agar bisa terjaga kondisinya dengan baik.

Ditambahkan Jamaludin, di Kabupaten Bekasi banyak potensi yang dapat digarap menjadi obyek wisata yang dapat dikunjungi banyak orang. Contohnya, kata dia, Gedung Juang, Tambun yang merupakan saksi bisu sejarah perlawanan orang Bekasi terhadap penjajah yang diakuinya belum tergarap dengan baik lantaran sisi pengelolaannya ada di Disparbudpora Jawa Barat.

“Di sinilah Pemerintah Kabupaten Bekasi mencoba untuk membangkitkannya dengan mengukuhkan tujuh orang pemelihara benda cagar budaya yang dimaksudkan untuk melakukam penilaian serta membuat kajian strategis atas keberadaan peninggalan cagar budaya agar dapat dilestarikan dan dilindungi,” ujarnya.

Sementara itu, Muhtadi Muntaha, selaku tim Pemerhati Budaya yang juga ?anggota DPRD Kabupaten Bekasi, mengatakan siap mengkaji dan meneliti benda yang dikategorikan sebagai bagian dari cagar budaya, baik itu sisa bangunan maupun yang berbentuk mata uang dan perabotan.

“Kalau dari hasil kajian sudah terlihat hasilnya, maka tidak menutup kemungkinan benda cagar budaya akan dimasukkan sebagai warisan yang harus diindungi Pemerintah Kabupaten Bekasi,” tutur Muhtadi Muntaha.

Menurutnya, dengan terbentuknya tim tersebut, regulasi akan berjalan dengan jangka panjang dan tidak hanya berhenti di satu kajian saja. Tim, kata dia, dapat bekerja dengan siapa pun yang dianggap mengetahui seluk beluk peninggalan cagar budaya, ?sehingga dengan demikian perlindungan terhadap cagar budaya oleh Pemkab Bekasi dapat terlaksana.

“Regulasi akan berjalan semakin panjang dan tidak hanya berhenti di satu penelitian dan kajian yang ada, tetapi akan berkelanjutan sampai benda yang dikategorikan sebagai warisan cagar budaya Bekasi itu dapat dilestarikan dan dilindungi keberadaannya,” pungkasnya. [DED]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini