MA Supratman
Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bekasi, M.A. Supratman. FOTO: SUHERMAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sampai saat ini belum bisa meraih Piala Adipura lantaran masih semrawutnya penataan wilayah dan persoalan sampah yang tak kunjung diatasi. Dari hasil penilaian, Kabupaten Bekasi harus puas menduduki peringkat kedua wilayah terkotor dari 25 peserta.

Hal itu dibenarkan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten bekasi, MA Supratman. Pihaknya mengakui, bahwa wilayah Kabupaten Bekasi menjadi peringkat nomor dua dari bawah setelah Kota Bekasi.

“Dengan hal tersebut, Pemkab Bekasi harus lebih bekerja keras untuk bisa melakukan penataan wilayah agar lebih baik,” ujar MA Supratman saat berbincang dengan Suara Bekasi, di ruang kerjanya, di Cikarang, Senin (02/3/2015).

MA Supratman mengatakan, walaupun di tahun 2015 Kabupaten Bekasi menduduki peringkat kedua dari bawah, dengan hasil tersebut bahwasanya Kabupaten Bekasi mengalami kemajuan dibandingkan tahun 2014 lalu yang menduduki peringkat terakhir, atau peringkat pertama menjadi “kota terkotor”.

“Setiap tahun kita mengupayakan agar Kabupaten Bekasi bisa mendapatkan Adipura,” tukasnya.

Masih kata MA Supratman, masalah terbesar dengan gagalnya mendapatkan Adipura, yakni masih banyaknya sampah yang menumpuk dan dibakar yang menjadikan penilaian rendah.

Dalam penilaian Adipura, lanjutnya, tidak hanya peran dari BPLH, tetapi dinas lain seperti Dinas Pasar dan Kebersihan berperan penting untuk bisa membantu menjadikan wilayah Kabupaten Bekasi mendapatkan piala Adipura.

“Persoalannya yaitu sampah di Kabupaten Bekasi masih dumping. Kalau sudah ada proses dari dumping, Kabupaten Bekasi akan naik peringkat,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here