Beranda Berita Utama Kabupaten Bekasi Gencar Turunkan Angka Stunting

Kabupaten Bekasi Gencar Turunkan Angka Stunting

0
Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja tengah menandatangani Deklarasi Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting, di Command Center, Gedung Diskominfo Kabupaten Bekasi, Kamis (18/6/2020). Foto: Humaspro

SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Jawa Barat (Jabar) terus gencar menekan angka kasus stunting di wilayahnya.

Hal itu dibuktikan melalui penandatanganan Deklarasi Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting oleh para pemangku kebijakan melalui acara ‘Rembug Stunting’ yang digelar secara virtual di Command Center, Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (18/6/2020).

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja yang memimpin langsung kegiatan tersebut meminta seluruh perangkat daerah, termasuk pemerintah desa agar menjadikan program pencegahan stunting ini sebagai bagian dari rencana kerja.

“Saya meminta kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan agar secepatnya direalisasikan sesuai dengan jadwal dan tepat sasaran,” kata Eka kepada wartawan.

Ia berharap target percepatan penanganan stunting pada 2021 dapat diselesaikan secara tepat waktu di semua lokus, tanpa harus menunggu sampai tahun 2022.

“Jadi saya harap ada keseriusan dari seluruh perangkat daerah yang ada agar bisa mencapai target percepatan penanganan stunting sesuai dengan target. Mari kita bersama-sama kampanyekan Stop Stunting Itu Penting, di wilayah Kabupaten Bekasi,” pungkas Eka.

Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja dan Sekretaris Daerah, H. Uju saat menghadiri Deklarasi Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting, di Command Center, Gedung Diskominfo Kabupaten Bekasi, Kamis (18/6/2020). Foto: Humaspro

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainarti mengatakan bahwa perkembangan prevalensi angka stunting di Kabupaten Bekasi selama dua tahun terakhir meningkat.

“Menurut data yang didapat dari Kementerian Kesehatan, perkembangan prevalensi angka stunting di Kabupaten Bekasi selama dua tahun terakhir meningkat. Di mana di tahun 2016 itu sebesar 20,3 kemudian di tahun 2017 sebesar 23,7 dan terakhir tahun 2018 mencapai angka 26,4,” kata Enny.

Ia mengatakan, menekan angka stunting itu merupakan suatu hal yang penting. Terlebih stunting sendiri dapat menyebabkan 4 kali resiko kematian dengan rentan usia 0 sampai 4 tahun.

“Stop stunting itu penting, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi pada Bappeda Kabupaten Bekasi, Irsan mengatakan bahwa stunting merupakan salah satu program nasional dari Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Ada 8 aksi integrasi intervensi penurunan angka stunting, yang pertama analisa situasi, rencana kegiatan dan sekarang kita ada di tahap tiga yaitu rembuk stunting,” ucapnya.

Menurutnya, rembuk stunting sendiri merupakan suatu komitmen oleh pemangku kepentingan untuk melaksanakan program percepatan pertumbuhan stunting di Kabupaten Bekasi ini.

Irsan menyebutkan, di Kabupaten Bekasi ini ada sebanyak 29 program dan 68 kegiatan untuk mencegah pertumbuhan angka stunting. Angka ini belum termasuk kegiatan di setiap desa untuk menangani program stunting ini.

“Sekarang ini bukan bagaimana kita menangani stunting, tapi bagaimana kita mencegah stunting sejak dini,” katanya.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha, Kepala Perangkat Daerah terkait serta unsur swasta. [RYN]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini