Dedi Mizwar
BPJS KETENAGAKERJAAN: Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar (ketiga dari kiri), saat membuka Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Ahad (15/2). Dengan BPJS Ketenagakerjaan, tidak ada lagi pekerja yang tidak dilindungi. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Utara: Untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja yang tersebar di berbagai perusahaan, baik instansi pemerintahan maupun swasta, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan melaksanakan sosialisasi akan pentingnya jaminan sosial ketenaga kerjaan bagi pekerja Indonesia.

Hal itu dikemukakan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Dedi Mizwar. Dia mengatakan, bahwa mulai pertanggal 1Juli 2015, tidak ada lagi pekerja yang tidak dilindungi oleh program yang dilaksanakan pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“1 Juli 2015, semua pekerja wajib dilindungi BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana amanat Undang Undang,” ujar Dedi Mizwar, kepada awak media, usai acara pembukaan di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Ahad (15/2).

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat vital, dengan adanya perlindungan tenaga kerja akan hak-haknya maka akan lebih produktif . Namun begitu, katanya, apabila perlindungan bagi pekerja tidak ada, maka produktivitas suatu industri di dalam menjalankan operasinalnya tidak akan pernah bisa optimal.

Siapa pun tidak akan pernah bisa menjamin suatu produktivitas keberlangsungan industri tanpa adanya pekerja di dalamnya.

Lebih jauh aktor Naga Bonar ini menuturkan, dari sisi permodalan sendiri juga belum tentu dapat menjamin ?suatu produktivitas industri.

Dengan jaminan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, lanjut dia, pekerja tidak perlu lagi memikirkan apapun karena semua sudah terjamin dan terlindungi mulai dari layanan kesehatan, kecelakaan kerja, keringanan biaya kredit rumah sampai jaminan hari tua setelah pensiun.?

“Dengan Jaminan BPJS, orang tidak lagi perlu memikirkan apapun karena semua sudah terakomodasi di dalamnya,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Diruktur Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan, Junaedi. Dia mengatakan, bahwa mulai 1 Juli 2015 mendatang, BPJS sudah menyiapkan infrastruktur untuk layanam operasional penuh.

BPJS mempunyai terobosan baru yaitu dana pensiunan untuk pekerja yang anggap penting untuk masyarakat. Sebagai contoh, kata Junaedi, bahwa bila terjadi seperti kecelakaan untuk warga miskin menjadi potensi baru, karenan mereka mendapat santunan yang dibayarkan oleh BPJS.

“Kami akan mengklaim kecelakaan kerja, kematian, hari tua. Yang terbaru operasionalnya pensiun,” ucapnya.

Masih kata Junaedi, BPJS tugasnya bukan untuk pekerja formal saja yang bekerja di suatu perusahaan-perusahaan yang ada di Bekasi. Namun, BPJS juga merangkul pekerja informal atau tidak memiliki pekerjaan.

BPJS pun bekerjasama dengan perbankan dan lebih mengaktifkan pelayanan pembayarana di kantor.

“Pekerja formal berhubungan dari perusahaan, namun kalau informal harus membuat sendiri. Distribusi kami buka semua agar masyarakat mudah mengurus BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya. [DIK]

Tinggalkan Balasan