Beranda Berita Utama Jababeka Berencana Bangun Korean Town

Jababeka Berencana Bangun Korean Town

0
Jababeka
Ilustrasi pembangunan. (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Jababeka Tbk (KIJA) berencana untuk membangun Korean Town. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang memberikan izin pada orang asing untuk mempunyai properti.

Direktur Jababeka, Suteja Sidarta Darmono, mengatakan Korean Town tersebut akan berada di Cikarang. Rencananya, pembangunan kota tersebut akan bekerja sama dengan beberapa investor atau konglomerat Korea pada tahun depan.

“Rencananya akan dibangun mix use. Ada residensial, sekolahan, apartemen, dan hotel. Ini masih tahap perencanaan, lahannya 5-10 hektar kami sediakan,” ujar Suteja di Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Suteja berpendapat bahwa Indonesia sedang mengalami dilema, sehingga pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat untuk menarik investasi orang asing.

“Cuma Indonesia menghadapi dilemanya, selain investasi orang asing harus perhatikan juga lapangan kerja orang Indonesia. Dua kepentingan ini kadang nyasar, jadi sebenarnya memang dua-duanya harus diselesaikan, tapi jangan seolah seperti menangkapi, jadi kacau ini,” ucapnya.

Pemerintah Indonesia, kata Suteja, ingin mempermudah izin supaya orang asing bisa masuk ke Indonesia sebanyak-banyaknya tapi hanya omong kosong. Kemudian dalam kitas atau izin tinggal perizinan-perizinannya sulit.

“Jadi banyak pengusaha Korea kecewa, kemudian sebenarnya mereka itu penting. Karena pemerintah ini lebih percaya sama pengusaha yang sudah ada di Indonesia jadi susah,” ungkapnya.

Pemerintah Indonesia harus berhati-hati karena hanya melihat dari aspek Indonesia saja. Tidak mau tahu isi hati investor asing, ini kebijakan-kebijakan yang tidak bisa tercapai.

“Dibanding dengan Vietnam, di sini jauh lebih kurang bagus. Kemudian Indonesia memang tidak bisa mengabaikan lapangan kerja TKI (tenaga kerja lokal), tapi memang miss komunikasi,” kata dia.

“Kalau dua-duanya seperti misal pertumbuhan ekonomi dengan cara menarik investasi orang asing, juga ciptakan lapangan kerja buat orang Indonesia. Tapi jangan seperti terlalu berpihak pada TKI Indonesia, nanti orang asing kabur,” tambahnya.

Filosofi penggunaan tenaga kerja asing tersebut dibuat versi Indonesia. Jadi di mata orang asing seolah orang asing dianggap seperti calon penjahat.

“Jadi kayak ada terlalu banyak pembatasan-pembatasan, di depanya seperti akan ada kemudahan izin-izin, tapi di belakangnya banyak peraturan baru,” pungkasnya. 

Penulis: mrt

Sumber: okezone.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini