IPSI
Ketua IPSI Kota Bekasi, Rahmadsyah. (Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online).

SUARA BEKASI, Medan Satria: Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bekasi, berencana memperivikasi database ulang seluruh perguruan yang tergabung dalam IPSI Kota Bekasi. Pasalnya, terdaftarnya perguruan-perguruan yang ada di Kota Bekasi dinilai kurang kooperatif.

“Sebanyak 68 Perguruan Pencak Silat yang terdatar di IPSI Kota Bekasi, akan kita perivikasi ulang karena banyak yang tidak aktif dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan IPSI Kota Bekasi,” ujar Ketua IPSI Kota Bekasi, Rahmadsyah, saat berbincang dengan sejumlah awak media, Kamis (5/11/2015).

Menurutnya, dari jumlah tersebut perguruan-perguruan yang tidak aktif di IPSI Kota Bekasi yakni dari perguruan-perguruan budaya.

“Seharus perguruan yang terdaftar di IPSI Kota Bekasi wajib mendukung kegiatan IPSI, baik kegiatan mencapai prestasi serta mengikuti kegiatan-kegiatan IPSI baik latihan dan pertandingan,” ucap Rahmad.

Melihat hal demikian, Ketua IPSI Kota Bekasi akan menonaktifkan perguruan-perguruan yang tidak aktif dalam kegiatan IPSI Kota Bekasi, dan akan diberikan sanksi yang sesuai.

“Perguruan yang membandel kita akan lakukan pembinaan dan teguran, kalau tidak merespon akan dinonaktifkan sampai perguruan tersebut telah selesai berkewajiban mengembangkan ilmu pengetahuan seperti pasang giri, dan festival IPSI Kota Bekasi,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Rahmad, kurangnya keinginan perguruan pencak silat yang masih bergerak di kesenian pencak silat, tapi terdaftar di IPSI Kota Bekasi membuat perguruan tersebut tidak mengetahui perkembangan yang ada di IPSI Kota Bekasi.

“Perguruan yang terdaftar di IPSI Kota Bekasi itu wajib menggali, memasalkan, menguasai, meningkatkan kualitas teknik dan taktik pencak silat kategori tanding untuk mencapai prestasi target medali emas,” tutupnya. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here