Plt Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja saat berdialog dengan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Iman Nugraha dan Camat Muaragembong Junaefi, saat meninjau lokasi jalan penghubung Kecamatan Babelan-Muaragembong, Senin (04/2/2019). Foto: Wisnu Wiriyan-suarabekasi.id

SUARA BEKASI ONLINE, Muaragembong: Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar), tampaknya berhasil melobi aset jaringan jalan dari Kecamatan Babelan menuju Kecamatan Muaragembong milik PT Pertamina EP guna mendongkrak sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Pasalnya, pada 2019 ini jalan yang menghubungkan antar dua kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi itu akan dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Jadi, kemarin waktu ada kunjungan Pak Presiden juga sudah disikapi terkait rencana pembangunan jalan ini (Babelan-Muaragembong). Hari ini juga ada staf dari Pemerintah Pusat, kemungkinan tahun ini juga jalan ini sudah bisa dinikmati. Pokoknya sudah bisa dinikmati, bukan dilaksanakan lagi,” ujar Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, kepada wartawan saat meninjau lokasi jalan tersebut usai membuka acara Musrenbang Kecamatan Muaragembong, di halaman SDN Pantaimekar 02, Senin (04/2/2019).

Baca juga: Ke Muaragembong, Jokowi Kepatil Udang

Eka menjelaskan, aset jalan yang selama ini dimiliki PT Pertamina itu bisa diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikembangkan sebagai koridor utama menuju kawasan Ekowisata Hutan Mangrove yang kini tengah dipersiapkan.

Ruas jalan dari Desa Pantai Hurip Kecamatan Babelan tembus hingga Desa Pantaimekar Kecamatan Muaragembong, kata Eka, kalau sudah dirijit (dicor) bisa memangkas waktu perjalanan hanya setengah jam.

Sedangkan, kalau jalan seperti yang ada sekarang ini bisa memakan waktu perjalanan hingga 1,5 jam.

“Kalau akses jalan ini bisa terbangun, maka Muaragembong tidak akan terbelakang,” tukasnya.

Plt Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, fose bersama jajaran Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, dan Unsur Muspika Kecamatan Muaragembong usai meninjau ruas jalan penghubung Kecamatan Babelan-Muaragembong, Senin (04/2/2019). Foto: Wisnu Wiriyan-suarabekasi.id

Lebih jauh Eka menjelaskan, pada 2019 ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR akan membangun ruas jalan tersebut sepanjang 13 KM menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Mudah-mudahan terealisasinya dalam waktu dekat ini, tahun ini. Jadi, kita bangun jalan penghubung Muaragembong-Babelan sepanjang 13 KM dengan lebar 6 sampai 8 Meter,” ujarnya.

“Kita terus berupaya membuka sebanyak mungkin jaringan jalan menuju Muaragembong jika sektor pariwisata di kawasan ini dapat terealisasi secara maksimal,” tambahnya.

Baca juga: Ini Pesan Musrenbang 2020 di Kecamatan Muaragembong Bekasi

Terpisah, Camat Muaragembong, Junaefi, mengatakan Desa Pantaimekar yang berdiri di atas lahan pesisir pantai seluas 1.200 hektare terdiri atas empat dusun dan 23 RT serta delapan RW.

Di Dusun 1 Muarajaya Desa Pantaimekar tengah dipersiapkan sebagai objek destinasi wisata hutan mangrove seluas 300 hektare.

Baca juga: Keren, Muaragembong Sudah Punya Pusat Jajanan dan Panganan Khas

Menurut Junaefi, pihaknya saat ini tengah fokus pada upaya pengembangan kawasan setempat sebagai desa mandiri melalui pemberdayaan masyarakat di sektor usaha pariwisata.

“Ada pemandangan menarik di wilayah tersebut yang sangat potensial digarap sebagai sektor pariwisata. Kami berharap program tersebut dapat terlaksana sesuai cita-cita warga sebagai unggulan pariwisata Kabupaten Bekasi,” katanya. [MAN]

Tinggalkan Balasan