Puluhan mahasiswa dari berbagai Kampus yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kabupaten Bekasi saat fose bersama usai melakukan audiensi dengan Bupati Bekasi untuk membicarakan berbagai permasalahan yang tengah terjadi, Selasa (29/10/2019). Foto: Humaspro.

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja didampingi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait menerima audiensi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kabupaten Bekasi, Selasa (29/10/2019).

Audiensi yang dilaksanakan di ruang kerja Bupati ini membahas beberapa agenda. Terdapat 8 hal prioritas yang menjadi topik pembicaraan antara lain infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, pelayanan publik, ekonomi kreatif dan seni budaya, serta tata kelola pemerintahan.

Dibuka dengan membahas masalah pelayanan publik mengenai eksekusi tanah di Tanah Kampung Pilar, Kecamatan Cikarang Utara, Bupati Bekasi meminta agar dibuat agenda pertemuan untuk membahas masalah tersebut.

“Saya mohon dibuatkan agenda pertemuan dengan para perwakilan dari Tanah Kampung Pilar untuk ikut mendiskusikan solusinya bersama saya dan para mahasiswa, mungkin Senin minggu depan kita bisa memulai diskusinya,” ungkapnya.

Selanjutnya, perwakilan mahasiswa pun tidak luput membahas masalah pencemaran lingkungan, terutama masalah pencemaran air. Yang menjadi fokus permbahasan adalah keruhnya air di Cilemahabang yang menjadi sumber air bagi warga sekitar.

“Cilemahabang adalah salah satu sumber air bagi warga sekitar, tapi air di sana sangat kotor dan keruh akibat pembuangan limbah perusahaan. Bagaimana solusi yang bapak bisa berikan untuk masalah ini?” tanya salah satu mahasiwa.

Menanggapi hal tersebut, Bupati mengatakan bahwa hal ini sudah menjadi perhatiannya. Ia mengatakan sudah berusaha untuk mencari pelaku pembuangan limbah dengan berbagai cara dan juga akan melakukan langkah untuk menormalisasi saluran air melalui dinas Terkait.

Ditambahkan, Bupati juga telah merencanakan membuat Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk masalah pencemaran air sebelum menormalisasi saluran air tersebut.

Dalam pembahasan ekonomi kreatif dan seni budaya, Bupati juga telah merencanakan membuat sebuah gedung yang akan menjadi pusat kebudayaan di Kabupaten Bekasi.

Di dalamnya akan ada museum tentang Kabupaten Bekasi, Perpustakaan Digital dan Creative Center yang dapat digunakan oleh para anak muda untuk menyalurkan ide-ide kreatif untuk kemajuan Kabupaten Bekasi. Hal ini menurutnya sudah masuk dalam APBD tahun 2020.

Tak hanya itu, Bupati juga sudah merencanakan membuat lembaga pelatihan bagi seluruh warga di Kabupaten Bekasi, agar meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kabupaten Bekasi. Ia pun mengaku telah bekerja sama dengan pihak yang berkompeten dalam bidangnya.

Di akhir sesi diskusi, para mahasiswa menyatakan mereka akan siap membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam membangun kemajuan di Kabupaten Bekasi.

Mereka berharap Bupati Bekasi dapat menghubungkan mereka dengan Kepala SKPD terkait untuk membicarakan pembahasan terkait secara lebih rinci.

Bupati mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasinya terhadap para mahasiswa yang telah hadir di acara tersebut.

“Saya berharap ke depannya diskusi seperti ini akan lebih banyak terjadi, saya juga mengucapkan terima kasih atas gagasan-gagasan dan ide-idenya untuk membangun Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik. Kita semua mempunyai satu komitmen yang sama, yaitu menuju Bekasi Baru Bekasi Bersih, semoga kerja sama ini akan membuat Kabupaten Bekasi menjadi lebih baik,” pungkas Bupati. [RYN]

Tinggalkan Balasan