Aliran Sesat. Foto: Ilustrasi

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Utara: Polres Metro Bekasi Kota bekerja sama dengan sejumlah instansi akan mengedepankan upaya preventif dalam mendeteksi adanya aktivitas dari 7 aliran kepercayaan sesat yang tumbuh di Kabupaten Bekasi.

“Kita akan bersama-sama dengan kejaksaan, MUI, FKUB dan Kemenag akan melakukan kajian dahulu, kita kedepankan upaya preventif,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Candra, Rabu (13/11/2019).

Untuk realisasinya, Polisi akan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat. Hal itu dimaksudkan agar dialog dengan penganut aliran sesat itu berjalan lancar.

“Melibatkan tomas (tokoh masyarakat) dan toga (tokoh agama) untuk dialog dengan mereka,” ujar Candra.

Candra tak menutup kemungkinan penyebar aliran sesat dapat dipidana. “Kalau mereka sudah mulai menyebarkan secara masif, bisa (dipidana),” ujar Candra.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito mengatakan Polisi akan berusaha melakukan deteksi dini agar aliran sesat tak tersebar luas.

“Untuk mencegah itu, mungkin dari intelijen akan melakukan deteksi dini, penggalangan,” ujar Rizal.

Sebelumnya, 7 dari 13 aliran kepercayaan yang tersebar di Kabupaten Bekasi telah ditetapkan sebagai aliran sesat berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia.

“Hasil identifikasi dan deteksi kami, ada aliran kepercayaan itu di Kabupaten Bekasi. Hal itu menjadi perhatian kami, sekaligus kami lakukan pendekatan agar mereka kembali ke ajaran yang seharusnya,” kata Ketua Tim Korpakem yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari.

Mahayu menyebut 13 aliran itu di antaranya Kutub Robani, Al Quran Suci, Amanat Keagungan Ilahi, Wahabi, Ahmadiyah, serta Syi’ah.

Kemudian Millah Ibrahim, Hidup di Balik Hidup, Surga Eden, Islam Jamaah, Agama Samalullah atau yang lebih dikenal Lia Eden, Al Qiyadah Al Islamiyah, dan terakhir Jemaat Ahmadiyah.

Mahayu menjelaskan beberapa di antara aliran itu memiliki kepercayaan beragam, seperti memiliki ayat suci baru serta para pemimpin mereka yang bisa berbincang langsung dengan Tuhan. Belakangan, aliran itu diputuskan sesat oleh MUI dan pimpinan mereka dihukum dalam kasus penodaan agama. Penetapan sesat itu diterbitkan melalui Fatwa MUI Nomor 5 Tahun 2007. [Detiknews/RED]

Tinggalkan Balasan