Asda III Kabupaten Bekasi, Suhup. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online
Asda III Kabupaten Bekasi, Suhup. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Pemerintah Kabupaten membahas tuntutan warga sekitar TPA Burangkeng, di Ruang Rapat Plt Bupati Bekasi, Selasa (12/3/2019).

Namun, dalam rapat tersebut tidak semua tuntutan warga dapat terpenuhi, “Sepanjang itu bisa kita penuhi, ya kita penuhi. Tapi kalau tuntutan yang tidak mendukung, pasti tidak akan kita penuhi,” kata Asda III Kabupaten Bekasi, Suhup.

Salah satu tuntutan yang kemungkinan tidak akan dikabulkan yakni soal permintaan perjanjian kerja antara warga di sekitar TPA Burangkeng dengan Plt Bupati Bekasi.

“Kalau kontrak kerja enggak memungkinkan. Masa Plt harus membuat perjanjian kerja dengan mereka. Itu gak mungkin. Kecuali kita kerja sama dengan lembaga atau perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sedangkan tuntutan yang akan dikabulkan, lanjut Suhup, tidak bisa direalisasikan langsung. Tapi dilakukan secara bertahap.

Meski dikabulkan, namun tidak serta merta tuntuntan tersebut direalisasikan langsung. Ada beberapa tuntutan yang dikabulkan secara bertahap.

“Ya sepanjang menyangkut masalah pembangunan, itu kita bagi beberapa tahap. Bisa sekarang, di APBD perubahan atau nanti di 2020,” katanya.

Sedangkan tuntutan lainnya yang memerlukan pertimbangan yakni soal permintaan kompensasi berupa uang. Kata Suhup, permintaan tersebut memerlukan kajian yang sesuai dengan peraturan.

“Sekarang sedang kita dalami. Semuanya secara umum bisa kita penuhi aspirasi mereka. Cuma mungkin harus bertahap,” katanya.

Warga yang tinggal di sekitar TPA Burangkeng melayangkan delapan tuntutan yang di dalamnya terdapat beberapa poin.

Tuntutan tersebut sudah dibahas dan hasilnya akan disampaikan dalam forum rapat bersama warga sekitar TPA Burangkeng pada Rabu (13/3/2019) besok. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here