Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bekasi, Ade Barwono. Foto: Diskominfosantik.

SUARABEKASI.ID, Cikarang Timur: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bekasi menggelar peringatan Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day) tahun 2022 bersama seluruh penggiat HIV/AIDS, mulai dari Kader Remaja, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan perwakilan Orang dalam HIV/AIDS (ODHA) yang telah menjalani pengobatan.

Kegiatan ini berlangsung di Taman Sehati Stadion Wibawa Mukti, Kelurahan Sertajaya, Cikarang Timur, pada Minggu, (04/11/2022).

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bekasi, Ade Barwono menjelaskan, peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini, diisi dengan sosialisasi dan edukasi kepada warga di Taman Sehati mengenai HIV/AIDS, baik pencegahan maupun cara penanggulangannya.

Menurutnya, informasi ini perlu disampaikan karena belum semua masyarakat Kabupaten Bekasi memahami tentang HIV/AIDS.

“Dalam diskusi tadi ada juga tanya jawab dengan masyarakat terkait ciri-ciri HIV/AIDS, apakah bisa diobati atau tidak dan kalau perlu obat harus kemana,” ujarnya.

Ade mengaku, KPA sudah memiliki layanan test HIV sebanyak 38 layanan, dan layanan Pengobatan Dukungan dan Perawatan (PDP) sebanyak 4 layanan untuk masyarakat yang diberikan secara gratis.

“Yang pertama di RSUD Cibitung, kemudian di Puskesmas Cibarusah, Tarumajaya, dan Mekarmukti, berharap dengan layanan ini bisa mendekatkan teman-teman ODHA untuk mengakses layanan obat,” tuturnya.

KPA bersama para penggiat di acara ini juga memberikan pita merah kepada warga pengunjung Taman Sehati, sebagai bentuk kepedulian dari hati yang dalam terkait HIV/AIDS.

“Pita merah itu sebagai simbol kasih sayang, simbol kepedulian, simbol awarenes kepada semua permasalahan yang ada, itu langsung dari hati kita, jadi pita itu menyimbolkan kita peduli terhadap Penanggulangan HIV/AIDS,” jelasnya.

Ade juga menjelaskan edukasi tentang HIV/AIDS sangat penting untuk masyarakat agar dapat menghindari sikap diskriminasi terhadap ODHA.

“Intinya kita harus tahu dulu informasi HIV itu secara lengkap dan benar, kalau kita sudah faham penularannya bagaimana, itu otomatis masyarakat akan tidak menjauhi, masyarakat akan mengayomi, merangkul, dan mendukung terhadap ODHA,” terangnya. [ADV]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here