Ical-Agung
Abu Rizal Bakri (Ical) dan Agung Laksono saat buka Mupimnas Kosgoro. (Foto: Merdeka)

JAKARTA – Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai keretakan Partai Golkar antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono akan sulit untuk dipersatukan kembali lantaran pemerintah ikut campur.

“Kekuatan sekaligus kelemahan Golkar adalah kemampuan politik setiap elitnya yang sangat mumpuni, ditambah dengan peran pemerintah yang masuk terlalu dalam membuat konflik ini tidak akan mudah diselesaikan,” ujar Hendri saat berbincang dengan wartawan, Ahad¬†(29/3/2015).

Kata dia, drama yang dilakukan oleh partai berlambang pohon beringin ini akan membuat sejumlah permasalahan di republik ini.

“Ada puluhan bahkan mungkin Ratusan kemungkinan bisa terjadi pada drama Golkar kali ini. Saat ini contohnya, publik malah tambah bingung melihat kubu Agung ingin secepatnya menguasai DPR, apa tujuan akhirnya masih samar, apakah dengan mengambil alih DPR kemudian bergabung dengan KIH menjadi tujuan akhir?” sambungnya.

Lalu, lanjut dia, jika sudah bergabung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan mengajukan hak interpelasi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolri.

“Bila demikian apa gunanya Menteri Yasonna yang membantu Golkar kubu Agung? Apakah ada kemungkinan Menteri Yasonna memainkan peran sendiri tanpa konsultasi dengan Presiden?,” tuturnya.

Kata dia, kisruh yang terjadi di internal partai ‘tua’ ini menyimpan sejumlah misteri yang sulit untuk ditebak.

“Bila demikian siapa yang menekan Menteri Yasonna? konflik ini menyimpan banyak misteri politik,” pungkasnya.¬†(oke)

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here