Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi, Ketua DPD Partai Golkar, Kabupaten Bekasi
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin. FOTO: KARMAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Ketua Dewan Pimipinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, menegaskan bahwa DPD Golkar Kabupaten Bekasi tidak mengakui hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol yang diselenggarakan pada 4 hingga 8 Desember 2014.

“DPD Golkar Kabupaten Bekasi tidak mengakui hasil Munas Ancol,” ujar Neneng, kepada wartawan, di Cikarang Pusat, Selasa (9/12).

Dijelaskan Neneng, ?Munas Ancol bukan Munasnya Partai Golkar, karena dalam Munas tersebut tidak memiliki keabsahan organisasi partai.

Selain itu, kata dia, Munas Ancol pun tidak mendapatkan dukungan dari seluruh pengurus DPD Golkar se-Indonesia.

Disinggung adanya pernyataan salah satu pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Rudi Hartono yang mendukung Munas Ancol, Neneng menegaskan, bahwa yang hadir di Ancol bukan pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi.

Yang bersangkutan, katanya, adalah mantan kader Golkar, dan itu pun bukan suara resmi Golkar Kabupaten Bekasi.

“Itu bukan suara resmi DPD Golkar Kabupaten Bekasi yang dukung Munas Ancol. Hanya mantan pengurus DPD yang tidak lagi terdaftar di kepengurusan,” ungkap Neneng yang juga menjabat Bupati Bekasi itu.

Neneng menambahkan, sesuai instruksi DPP Golkar sangat jelas bahwa Munas Bali merupakan Munasnya Partai Golkar. Dalam Munas tersebut, kata dia, telah menghasilkan Ketua Umum terpilih Abu Rizal Bakrie secara aklamasi yang didukung 580 suara.

“Semua kader Golkar Kabupaten Bekasi mendukung hasil Munas Bali, dan mendukung juga kepemimpinan Abu Rizal Bakrie untuk melanjutkan perjuangan Partai Golkar lima tahun ke depan,”? pungkasnya. [DED]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here