Beranda Berita Utama Gempa Bumi Guncang Cikarang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Guncang Cikarang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

0
Ilustrasi Gempa. Foto: Istimewa.

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi mengguncang sebagian wilayah Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar) dengan magnitudo 3.2 pada Selasa (10/12/2019) pukul 12:54:22 WIB.

Episenter berada di titik koordinat 6.54 LS (Lintang Selatan) dan 107.08 BT (Bujur Timur). Pusat gempa berada di darat 22 KM Barat Daya Kabupaten Bekasi dengan kedalaman 4 KM yang dirasakan hingga Cikarang dan Cibarusah dengan kondisi (MMI) II-III.

Gempa tersebut masuk kategori “lemah” menurut peta guncangan BMKG. Berdasarkan keterangan BMKG, gempa tersebut tak berpotensi tsunami dan terjadi akibat aktivitas sesar lokal.

Demikian diungkap BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG.

#Gempa Mag:3.2, 10-Des-19 12:54:22 WIB, Lok:6.54 LS, 107.08 BT (Pusat gempa berada di darat 22 km Baratdaya Kabupaten Bekasi), Kedlmn:4 Km Dirasakan (MMI) II-III Cikarang, II-III Cibarusah #BMKG,” tulis infoBMKG.

Sementara itu, Kepala Unit Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bekasi, Budi Sutrisno, menyebut jajarannya masih melakukan pendataan dan penyisiran di lokasi gempa.

Hingga kini, BPBD belum menerima laporan kerusakan akibat gempa dan tak merasakan guncangan ketika gempa itu terjadi.

“Kalau di Cikarang sendiri (di kantor BPBD Kabupaten Bekasi) enggak berasa, cuma katanya yang berasa di Cibarusah. Tapi masih kami data apakah ada dampak kerusakan atau tidak,” ujar Budi kepada wartawan, di Cikarang Pusat, Selasa (10/12/2019) siang.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga saat ini belum terlihat adanya aktivitas gempa bumi susulan.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

[RED]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini