Asda III Pemkab Bekasi Suhup, didampingi Kepala Balitbangda Edi Supriyadi, saat membuka Workshop Hasil Kajian Analisa Dampak Hasil Investasi Industri dalam Kaitannya dengan Peningkatan Pendapatan Masyarakat, di Hotel Holiday Inn, Jababeka I, Cikarang Selatan, Kamis hingga Jumat, (5-6 Desember 2019). Foto: Humaspro.

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Selatan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Jawa Barat (Jabar) menggelar Workshop Hasil Kajian Analisa Dampak Hasil Investasi Industri dalam Kaitannya dengan Peningkatan Pendapatan Masyarakat, di Hotel Holiday Inn, Jababeka I, Cikarang Selatan, Kamis hingga Jumat, (5-6 Desember 2019).

Kegiatan tersebut hasil dari kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi dengan Pusat Studi Pembangunan, Pemberdayaan dan Kebijakan pada President University.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum (Asda III) Suhup yang mewakili Bupati Bekasi.

Suhup mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan lantaran Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan perkembangan investasi di sektor industri yang cukup tinggi.

Wilayah industri yang ada tersebar di sepanjang koridor jalan nasional Bekasi-Karawang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Aglomerasi Kawasan industri di wilayah tersebut memiliki dampak bagi perekonomian masyarakat sekitar dan di luar kawasan industri.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu daerah yang laju pertumbuhan investasi terbesar di Indonesia. Akan tetapi, hasil dari investasi juga banyak memberikan dampak terhadap sosial ekonomi di wilayah investasi,” kata Suhup.

Menurut Suhup, Kabupaten Bekasi adalah wilayah yang sangat strategis bagi investor karena mempunyai keunggulan comparative advantages dan competitive advantages.

Comparative advantages, kata Suhup, merupakan keunggulan sebuah wilayah akibat sifat alami, ini dikarenakan wilayah Kabupaten Bekasi berada pada lokasi yang strategis, iklim yang baik dan tanah yang subur.

Sedangkan, competitive advantages adalah keunggulan sebagai Pemerintah Daerah yang ramah dan siap memberikan kemudahan perizinan dalam membuka perusahaan, tersedianya tenaga kerja yang memenuhi standar serta didirikannya 7 kawasan industri yang sangat menunjang iklim investasi.

Masih menurut Suhup, sesuai amanat UU Nomor 20 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang mencanangkan 5 prioritas nasional, salah satunya adalah nilai tambah sektor ril, industrialisasi dan kesempatan kerja.

“Poin itu akan menjadi acuan utama kita dalam membangun Bekasi Baru Bekasi Bersih, dalam usaha meningkatkan nilai tambah, investasi, ekspor, komponan dalam negeri dan lapangan kerja pada sektor industri, pertanian, kemaritiman, kepariwisataan dan ekonomi kreatif digital,” Suhup membeberkan.

Pemkab Bekasi, lanjut dia, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian khusus yang diberikan kepada Pemerintah Daerah dalam bentuk penambahan dana insentif daerah, antara lain atas kategori peningkatan ekspor dan kategori peningkatan investasi, sehingga tahun 2020 mendapatkan dana sebesar Rp52,2 Miliar.

“Penghargaan ini buah kerja sama kita atas kinerja terbaik dalam tata kelola keuangan daerah, pelayanan umum pemerintahan, pelayanan dasar publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suhup.

Lebih jauh ia menjelaskan, tantangan kedepan masih ada, meskipun kita punya banyak peluang ekonomi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dengan adanya kawasan industri. Namun, nyatanya menurut BPS ada 172.000 pengangguran penduduk usia kerja.

“Mari bersama bergotong-royong membangun, berbagi peran dalam rangka mengentaskan pengangguran di bumi Bekasi. Agar balai latihan kerja dan program-program pelatihan bermanfaat dengan tujuan praktis untuk mendukung tenaga kerja lokal yang punya keterampilan dan berkinerja terbaik sesuai harapan dunia industri,” imbuh Suhup.

Hadir dalam acara tersebut Staf Kepresidenan yang diwakili oleh Fahd Pahdepie, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta Direksi Kawasan industri se-Kabupaten Bekasi dan Dekan Fakultas Humaniora Presiden University. [RYN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here