Beranda Berita Utama Forkopimda Bekasi Ajak Dialog Ormas dan LSM, Ada Apa?

Forkopimda Bekasi Ajak Dialog Ormas dan LSM, Ada Apa?

0
Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan menghadiri Silaturahmi Forkopimda Kabupaten Bekasi dengan Ormas dan LSM, dalam rangka Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Gedung Wibawamukti, Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, pada Selasa (24/10/2023). Foto: Diskominfosantik.

SUARABEKASI.ID, CIKARANG PUSAT: Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama unsur Forkopimda menggelar silaturahmi dan dialog bersama perwakilan Ormas-LSM se-Kabupaten Bekasi sekaligus Deklarasi Pemilu Damai tahun 2024.

Acara yang dihadiri Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan tersebut dilaksanakan di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat pada Selasa (24/10/2023).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, Ketua DPRD BN Holik, Ketua Pengadilan Negeri Cikarang, Eddy Daulatta Sembiring, Anggota KPU Jabar Aneu Nursifah, Bawaslu Kabupaten Bekasi, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, dan perwakilan tokoh masyarakat.

Pj Bupati Dani Ramdan mengatakan, dialog dan deklarasi Pemilu damai dengan Ormas-LSM ini merupakan upaya preventif (pencegahan) dan persuasif yang dilakukan oleh Pemkab bersama Forkopimda, untuk menciptakan Pemilu 2024 secara aman dan damai.

Dari hasil dialog ini, menurut Dani semua perwakilan Ormas-LSM punya keinginan yang sama yaitu agar Pemilu berjalan damai, demokratis dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kita coba memulai dengan organisasi masyarakat, keagamaan, kesukuan, ormas lingkungan dan LSM. Ormas itu kan dalam berbagai kesempatan bisa ikut membantu sosialisasi seperti kapan Pemilu dilaksanakan, pentingnya menggunakan hak pilih, dan pentingnya memilih secara benar,” kata Dani Ramdan.

Aspek penting lainnya yang harus dilakukan bersama ormas dan LSM ini, kata Dani, yakni mengenai sisi pengawasan dan pemantauan Pemilu. Mereka diharapkan terlibat secara aktif.

“Mulai dari kegiatan kampanye sampai nanti Pemilihan, sampai rekapitulasinya, ada saluran juga yang bisa menjadikan mereka sebagai pemantau Pemilu. Bisa ikut menjaga kondusivitas dengan mengedukasi masyarakat,” sambungnya.

Dani mengungkapkan, sebagai negara demokrasi, dalam momentum Pemilu pasti masyarakat akan berbeda pilihan. Tetapi perbedaan pilihan ini jangan sampai menimbulkan perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Itu adalah rahmat, jadi ya, saling menghormati saja, masing-masing kan punya pertimbangan, jadi itu yang sedang kita bangun di Kabupaten Bekasi,” tandasnya.

Dani menambahkan, di kalangan pemilih pemula, Pemkab Bekasi telah intensif melakukan sosialisasi di segmen pelajar yang telah berusia 17 tahun sebagai salah satu pemilih terbanyak. Sosialisasi tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Bekasi.

“Dan saya sendiri mungkin akan keliling turun ke sekolah-sekolah bersama Forkopimda tentunya, untuk bisa melakukan edukasi kepada pemilih pemula. Karena bagaimanapun ini jadi pengalaman pertama mereka, masih perlu diberikan pemahaman, wawasan, bagaimana pentingnya menggunakan hak pilih secara benar,” tuturnya.

Dalam dialog ini juga muncul aspirasi dari anggota Ormas-LSM untuk membentuk organisasi lintas Ormas-LSM Se-Kabupaten Bekasi dalam rangka mencegah konflik yang terjadi antar masyarakat pada Pemilu mendatang.

“Jadi nanti kalau ada sesuatu hal yang ingin dipertanyakan ke pemerintah, kita tidak harus satu persatu ormas, kita bentuk aja nanti forumnya bisa sebagai representasi sebagai jembatan dan penyambung lidah pemerintah dengan Ormas dan LSM,” pungkasnya. [TUK/NEW]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini