Kegiatan Talkshow Bahaya Hoaks bagi Pemilih Pemula yang dilaksanakan di Auditorium SMA Negeri 1 Bekasi, Kamis (14/2/2019). Foto: Alf/Jantuk-suarabekasi.id

SUARA BEKASI ONLINE, Kota Bekasi: Forum Jurnalis Bekasi (Forjas) menegaskan bahwa hoaks adalah musuh bersama insan pers. Hoaks tidak hanya meyebabkan kekacauan, bahkan bisa memberikan presepsi buruk terhadap kegiatan jurnalistik di masa yang akan datang.

Melalui Talkshow Bahaya Hoaks bagi Pemilih Pemula yang dilaksanakan di Auditorium SMA Negeri 1 Bekasi, Forjas mengundang para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Bekasi untuk mendapatkan pendidikan ancaman hoaks tersebut, dengan menghadirkan narsumber yang berkompeten.

Narasumber tersebut adalah Waka Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, Komisoner Bawaslu Kota Bekasi, Muhammad Iqbal dan Wakil Dekan I Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Dr. Hizkia Yosisas Palimpung.

Acara yang berlangsung selama tiga jam tersebut memberikan pencerahan baru tentang pemahaman hoaks dikalangan pemilih pemula.

Ketua Forum Jurnalis Bekasi, Boyke Hutape, menjelaskan edukasi hoaks ini adalah komitmen insan pers secara bersama untuk melawannya. Sebab itu, ia menginginkan pemahaman tentang hoaks bisa diberikan ke para pelajar di Kota Bekasi, khususnya yang sudah memiliki hak pilih.

“Kenapa harus pelajar yang sudah memiliki hak pilih? karena mereka rentan dengan informasi-informasi yang dianggap itu menarik. Apalagi hari ini perkembangan informasi sudah begitu canggih, dengan lahirnya teknologi samartphone. Forjas khawatir, mereka kurang memahami soal hoaks ini, apalagi di tahun politik ini sering banyaknya berita fitnah, sehingga rentan sekali bagi mereka ini,” ujar Boyke, Kamis (14/2/2019).

Boy, sapaan akrabnya, berharap talkshow ini bukan kegiatan seremonial dalam memperingati Hari Pers Nasional, tetapi juga menjadi catatan yang bisa dimplementasikan oleh para Jurnalis di Kota Bekasi. Bahwa, keakuratan berita menjadi sumber informasi yang bisa mengedukasi masyarakat.

“Makanya, saya pesan sama teman-teman Forjas, untuk sebisa mungkin mengkoreksi, menelaah setiap informasi yang diterima. Sehingga penyajian berita pun tidak menyudutkan salah satu pihak,” jelasnya.

Para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Bekasi mendapatkan pendidikan tentang bahaya hoaks dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, Kamis (14/2/2019). Foto: Alf/Jantuk-suarabekasi.id

Di kesempatan yang sama, Waka Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana juga berpesan, agar tidak mudah menyebar informasi atau berita yang diterima jika belum jelas kebenarannya.

“Para pemilih pemula merupakan massa yang sangat rentan terhadap berita-berita hoaks yang tersebar. Sehingga perlu mendapat pemahaman terhadap berita hoaks. Hoaks ini banyak mengakibatkan kerugian bagi banyak orang serta berdampak kepada sifat yang suka dengan kebohongan, padahal kita adalah masyarakat yang modern dan intelektual,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu contoh kasus hoaks juga pernah dialami Polres Metro Bekasi Kota, bahwa beredar isu tentang pembuatan SIM tanpa test. Padahal, dalam peraturan kepolisian, salah satu syarat memiliki SIM adalah pengujian pemohon.

“Selain itu, Polres Metro Bekasi Kota juga menjadi satu-satunya wilayah percontohan dari Polda Metro Jaya, sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK),” ungkapnya. [ALF/TUK]

Tinggalkan Balasan