Ahok nakal
Hak Angket Wajar karena Ahok Nakal (Foto: Okezone)

SUARA BEKASI, Jakarta: Polemik antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan DPRD terkait rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 dipicu oleh Pemprov yang dikabarkan menyerahkan draft ABPD ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Polemik itu muncul karena APBD 2015 yang diserahkan Ahok ke Kemendagri berbeda dengan hasil pembahasan bersama anggota DPRD.

Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, menilai, draft APBD DKI Jakarta 2015 yang sudah diajukan oleh Ahok merupakan draft palsu yang bukan hasil pembahasan bersama dengan anggota DPRD.

“APBD 2015 yang dikirim Ahok ke Kemendagri, itu bikinan dia sendiri dan ini palsu, di situ tidak ada pembahasan antara eksektuif dan legislatif. Itu sudah melangar undang-undang,” tuturnya kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (28/2/2015).

Uchok menduga, Ahok ingin bermain belakang dengan menyerahkan APBD hasil rancangannya sendiri di luar pembahasan yang sudah dilakukan dengan para wakil rakyat DKI itu.

“Dia (Ahok) mau bermain curang dengan APBD dia sendiri, rancangan dia dengan melanggar undang-undang. Dia tidak mau kerja sama degan DPRD, itu dia salah,” ungkapnya.

Menurutnya, draft rancangan APBD 2015 yang benar itu adalah yang sudah disusun bersama DPRD bersama dengan eksekutif.

“Yang bener itu dari DPRD, mereka ngotot yang harus dievaluasi dan dikoreksi Kemendagri itu adalah hasil pembahasan bersama (APBD 2015). Itulah yang saat ini dipertahankan anggota dewan,” ujarnya.

Dia menyatakan, sangat wajar jika akhirnya para leglislator DKI menggulirkan hak angket untuk mantan Bupati Belitung Timur itu.

“Wajar (hak angket kepada Ahok), karena Ahok itu ngotot dan nakal mau melanggar undang-undang. Sedangkan DPRD sendiri dia mempertahankan konsistitunsi dalam APBD,” tandasnya. [MAN/OKE]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here