Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja (batik kuning) dan Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana (kiri kerudung hitam) didampingi unsur Muspida dan tokoh masyarakat lakukan gunting pinta sebagai pertanda peresmian Jembatan Penghubung Pebayuran – Rengasdengklok, Rabu (12/2/2020). Foto: Syamsul Arifin/suarabekasi.id.

SUARA BEKASI ONLINE, Pebayuran: Setelah menunggu beberapa waktu lantaran belum adanya kesepakatan antara dua daerah, akhirnya jembatan yang diklaim terpanjang yang menghubungkan dua wilayah di Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi dan Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, diresmikan oleh dua bupati wilayah setempat, Rabu (12/2/2020) sore.

Dari pantauan suarabekasi.id di lapangan, kedua bupati tersebut datang bersamaan sekira pukul 16.00 WIB. Bupati Bekasi datang dari arah barat (Pebayuran), sementara Bupati Karawang dari arah utara (Rengasdengklok).

Kedatangan orang nomor satu di dua daerah tersebut masing-masing disambut antusias oleh warga setempat yang diringi dengan pagelaran musik dan pertunjukkan tarian tradisional

Baca juga: Progres Pembangunan Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok 35%

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja dalam sambutannya meminta agar jembatan tersebut hendaknya dijaga dan dirawat, sehingga tidak cepat rusak.

Pasalnya, jembatan tersebut dapat terlaksana berkat kesepakatan dan komitmen antara dua pemerintah daerah yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

“Jembatan yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Karawang ini, semoga menjadi kebanggaan masyarakat Bekasi – Karawang dan memperlancar arus transportasi barang dan jasa, serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Eka.

Dua Bupati bersama unsur Muspida setempat dan tokoh masyarakat kompak fose bersama usai peresmian Jembatan Pebayuran – Rengasdengklok, Rabu (12/2/2020). Foto: Humaspro.

Eka mengatakan, pihaknya merasa senang karena jembatan yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu ternyata sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

Apalagi, masyarakat Pebayuran dan Rengasdengklok yang sudah lama menanti pembangunan jembatan ini agar dapat segera difungsikan.

“Tentu saja ini semua akan memberikan dampak positif, khususnya dampak ekonomi bagi masyarakat bisa lebih murah, karena akses jalan ini menghubungkan antara dua kabupaten. Jadi, secara ekonomi ini dapat membantu sekali,” ungkap politisi Golkar ini.

Lebih jauh Eka menjelaskan, dengan dibangunnya Jembatan Pebayuran – Rengasdengklok ini masalah kemacetan yang selama ini sudah masuk wilayah-wilayah juga hendaknya dapat berkurang.

“Dengan dibangunnya jembatan ini mudah-mudahan untuk masalah kemacetan juga bisa berkurang, serta komunikasi dan silaturahmi terjalin dengan baik,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. Ia mengaku senang karena jembatan yang sudah lama dinanti oleh masyarakat Pebayuran – Rengasdengklok akhirnya sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Cellica, selain dapat mempererat tali persaudaraan, politisi Demokrat ini berharap dapat memperlancar akses transportasi dan perdagangan barang/jasa bagi masyarakat.

Sehingga, kata dia, dengan keberadaan jembatan tersebut mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bekasi-Karawang, khususnya masyarakat Kecamatan Pebayuran dan Rengasdengklok.

“Saya berharap keberadaan jembatan ini memberikan keberkahan bagi masyarakat dan tentunya memberikan sebuah animo kebaikan bagi masyarakat Karawang-Bekasi, dan semoga Karawang-Bekasi lebih maju dan makin sukses untuk ke depannya lagi,” kata Cellica.

Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja melakukan jumpa pers usai peresmian Jembatan Penghubung Pebayuran – Rengasdengklok Batas Karawang – Bekasi, Rabu (12/2/2020). Foto: Syamsul Arifin/suarabekasi.id.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengatakan anggaran yang sudah digelontorkan untuk membangun jembatan tersebut mencapai Rp. 45 Milyar.

Iman membeberkan, dari Kabupaten Bekasi panjang jembatan tersebut yakni 909 Meter. Sedangkan Kabupaten Karawang panjang jembatan 308,5 Meter.

“Jadi, panjang keselurahan 1217,5 Meter dan ini merupakan jembatan terpanjang di Bekasi dan Karawang,” kata Iman.

Dijelaskannya, pembangunan jembatan tersebut melalui beberapa tahap anggaran. Pada 2017, Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang membangun pondasi dan jalan pendekat anggaran masing-masing kabupaten.

Kemudian, pada 2019 Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan anggaran sebesar Rp. 24 Miliar membangun jembatan dengan konstruksi rangka baja desain atap melengkung dan bangunan pelengkap jalan dan jembatan trotoar.

Alhamdulillah, untuk PJU dan pelindung pondasinya juga bisa diselesaikan tepat waktu,” ungkap Iman Nugraha.

Baca juga: Kabupaten Bekasi Gencar Membangun Layanan Publik hingga Infrastruktur

Pada akhir acara, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menandatangani dua prasasti sebagai tanda diresmikannya jembatan terpanjang di Kabupaten Bekasi dan Karawang ini.

Hadir dalam acara peresmian jambatan tersebut, semua unsur Muspida atau yang mewakili dari kedua daerah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. [SAM/MAN]

Tinggalkan Balasan