SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Seluruh kendaraan dinas Kabupaten Bekasi bakal dirazia. Penindakan ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari berbagai laporan yang diterima terkait pelanggaran penggunaan kendaraan dinas.

Laporan pelanggaran yang paling banyak diterima yakni kendaraan dinas tidak menggunakan pelat merah. Laporan tersebut diterima Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan (RTP) Kabupaten Bekasi.

“Kendaraan dinas tidak menggunakan pelat merah, itu melanggar peraturan. Makanya kita akan melakukan penertiban,” kata Kasubag Pengadaan dan Distribusi pada RTP Kabupaten Bekasi, Ahmad Ridwan.

Ridwan mengatakan, penertiban dengan cara razia ini dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan kendaraan dinas. Meskipun kata dia, sampai saat ini belum ada laporan penyalahgunaan kendaraan dinas.

“Penyalahgunaan kendaraan dinas misalnya digunakan tidak sesuai dengan peruntukkannya. Tapi sampai sekarang belum ada laporannya. Makanya penertiban ini sebagai antisipasi,” ungkapnya.

Kendaraan yang bakal menjadi sasaran penertiban ini ialah seluruh kendaraan dinas. Baik roda empat maupun roda dua.

“Jadi kendaraan dinas yang bakal ditertibkan bukan cuma milik OPD. Tapi juga kendaraan dinas yang ada di DPRD. Termasuk kendaraan dinas yang dipakai ketua dan wakil ketua DPRD,” katanya.

Soal waktu pelaksanaan penertiban, Ridwan belum bisa memastikan. Karena sebelum melakukan penindakan, pihaknya terlebih dulu bersurat ke tiap OPD dan DPRD Kabupaten Bekasi.

“Jadi kita imbau melalui surat agar kendaraan dinas menggunakan pelat merah. Jika tidak ada tindaklanjutnya maka akan kita lakukan penertiban. Sampai sekarang sudah 80 persen OPD kita kirim surat,” katanya.

Ridwan mengatakan, bagi pengguna kendaraan dinas yang kendapatan menggunakan pelat hitam akan dikenakan sanksi.

“Kita akan melakukan rapat internal. Membahas soal persiapan penertiban termasuk sanksinya. Untuk pelaksanaan penertiban akan dilakukan di bulan (Juli) ini juga,” katanya. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here