DPRD, Kabupaten Bekasi, Bibit Padi
TANAM ULANG: Puluhan hektar sawah di wilayah Kabupaten Bekasi rusak dan mati pasca-terendam banjir. Sebagian petani bersiap mencari bibit padi baru untuk bercocok tanam ulang. FOTO: WISNU WIRIYAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Mulyana Muchtar, desak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera mempersiapkan bantuan bibit padi kepada para petani.

Pasalnya, saat ini sudah memasuki musim penghujan sehingga banyak wilayah yang terkena banjir khususnya areal persawahan milik para petani.

“Kami akan desak semua dinas terkait untuk merubah judul kegiatan agar di DPA-nya untuk pengadaan bantuan bibit,” ujarĀ  Mulyana Muchtar, saat dihubungi redaksi Suara Bekasi Online, melalui telepon genggamnya, Ahad (25/1) sore.

Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara detail rencana dan program apa yang akan dillakukan dinas terkait pada 2015 ini. Sebab, dalam perencanaan kegiatan tidak melibatkan pihaknya.

Seperti yang paling bertanggung jawab dalam hal ini yakni, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) dan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP).

“Kami juga tidak tahu kalau tahun ini tidak ada bantuan bibit. Soalnya pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerab (RAPBD) kemarin tidak melibatkan komisi,” paparnya.

Lebih jauh dikatakan, untuk menindaklanjuti hal tersebut, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil dua dinas terkait di Komisi B.

Pemanggilan tersebut, sambung dia, untuk meminta penjelasan terkait apa saja kegiatan pada tahun 2015, dan apa yang menjadi skala prioritas. Sehingga, bisa diketahui apa alasan dinas tidak adanya alokasi anggaran untuk bantuan bibit yang saat ini dibutuhkan para petani.

“Hari Selasa besok, kami akan panggil semua pihak dinas terkait di komisi B,” imbuhnya.

Masih kata Mulyana, pihaknya berharap kepada semua dinas terkait ketika merencanakan suatu program bisa melihat terlebih dahulu apa yang menjadi prioritas kebutuhan para petani.

Sehingga uang negara yang dialokasikan untuk para petani tidak mubazir dan bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

“Kami akan dengarkan dulu nanti apa saja pendapat pihak dinas, kenapa sampai tidak ada bantuan bibit pada tahun ini,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here