Rapat Paripurna Pengunduran Diri Neneng Hasanah Yasin. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online
Rapat Paripurna Pengunduran Diri Neneng Hasanah Yasin. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: DPRD Kabupaten Bekasi menggelar rapat paripurna pembacaan surat pengunduran diri Bupati Bekasi non aktif, Neneng Hasanah Yasin, di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Bekasi yang dihadiri Muspida, Organisasi Perangkat Daerah (OKP), pimpinan partai politik, camat dan stakeholder lainnya, Jumat (15/3/2019).

Dalam surat pengunduran diri yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mustakim, Neneng menyebut mengundurkan diri dari jabatannya atas permintaan sendiri pertanggal 11 Februari 2019.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar mengatakan, pengumuman ini sekaligus mengusulkan pengunduran diri Bupati Bekasi nonaktif Neneng dari jabatannya.

“Kalau terkait pemberhentian kewenangannya ada di Mendagri,” katanya.

Sunandar mengatakan, terkait usulan Bupati Bekasi definitif akan dikaji kembali dengan merujuk Undang-undang. Namun untuk menetapkan definitif menunggu keputusan Mendagri.

“Kalau untuk usulan bupati definitif biasanya yang saya ketahui di Indramayu itu otomatis berdasarkan usulan tersebut. Tapi didefinitifkan atau tidak itu tergantung Mendagri,” katanya.

“Untuk mendefinitifkan itu kalau enggak salah 40 hari setelah permohonan,” lanjutnya.

Namun, kata Sunandar, pihaknya belum mengetahui apakah untuk menetapkan bupati definitif memerlukan surat pengunduran diri Eka Supria Atmaja sebagai Wakil Bupati Bekasi atau tidak.

Hal senada dikemukakan Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, menurutnya mekanisme selanjutnya DPRD Kabupaten Bekasi akan mengusulkan ke Menteri Dalam Negeri terkait dengan pemberhentian Neneng Hasanah Yasin.

“DPRD nantinya akan memberikan surat ke Mendagri soal pemberhentian, selanjutnya kita tinggal menunggu keputusan dari Mendagri,” singkatnya. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here