Disdukcapil
BINTEK: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, gelar bimbingan teknis (bintek) pengoperasian sistem pelaporan kelahiran dan kematian secara online, bertempat di Aula KH. Noer Ali lantai 4 kompleks Perkantoran Pemda Bekasi, Rabu (22/4/2015). FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, segera menerapkan sistem online dalam pembuatan akte kelahiran dan ‎surat kematian.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Disdukcapil, Nani Suwarni, usai memberikan pengarahan kepada para peserta undangan yamg hadir dalam bimbingan teknis (bintek) sistem pelaporan online akte kelahiran dan kematian di Aula KH. Noer Ali lantai 4 kompleks Perkantoran Pemda Bekasi, Rabu (22/4/2015).

“Sebelum diterapkan pembuatan surat akte kelahiran dan kematian, Disdukcapil menggelar dahulu bintek sistem online kepada para peserta yang hadir dari Puskesmas, bidan, rumah sakit daerah maupun swasta,” ujar Nani Suwarni kepada wartawan usai kegiatan bintek.

Ia menjelaskan,‎ penerapan sistem online dimaksudkan untuk mempermudah pelayanan pembuatan akte.

Seperti ada anak yang lahir di Rumah Bersalin (RB) pada jam tengah malam atau berada di luar Bekasi. RB harus segera melapor, dan selanjutnya petugas dari Disdukcapil akan memprosesnya. RB hanya datang mengambil surat akte kelahiran tersebut tanpa harus bolak balik ke Disdukcapil.

Sebelum dilakukan bintek, sambung Nani, pihaknya sudah beberapa kali melakukan rapat intern kemudian dilanjutkan ke bintek dan Bupati Bekasi sudah mengetahuinya.

Jika semua peserta yang hadir dalam bintek sudah menguasai tata cara pembuatan online, maka dalam waktu dekat penerapan online serentak akan dibuka langsung Bupati Bekasi.

“Layanan online akan berlaku 24 jam, jika ada anak yang lahir di suatu tempat misal RB, maka petugas dari RB segera melaporkannya melalui sistem online yang kemudian diproses, tanpa harus jauh-jauh datang ke Disdukcapil,” ujarnya.

Masih menurut Nani, sampai sejauh ini semua rumah sakit yang ada di Kabupaten Bekasi sudah menyatakan kesiapannya, dan hanya menunggu perangkatnya saja.

Layanan tersebut, kata dia, hanya untuk akte kelahiran dan kematian saja selama 24 jam dilakukan secara online, di luar itu Disdukcapil tidak akan memprosesnya.

Dalam program online, Nani menambahkan, Disdukcapil akan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Hal tersebut lantaran kelahiran ada di Dinas Kesehatan, sedangkan di Dinas Kominfo untuk jaringannya, karena nantinya semua akan dicatat dalam Disdukcapil sebagai data base kependudukan.

“Disdukcapil menggandeng Diskominfo dan Dinkes dalam program layanan online pembuatan akte dan surat kematian, guna mempermudah layanan kepada masyarakat secara langsung,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here