Input Data,Disdukcapil
INPUT DATA: Salah seoarang petugas di Disdukcapil Kabupaten Bekasi sedang menginput data kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian dan perubahan nama yang salah. FOTO: DEDI JUNESKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, sejak awal September hingga November 2014 telah mencetak 60.000 ribu akte kelahiran berbasis sistem administrasi kependudukan (SIAK).

Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil, Bambang Budi Raharjo, mengatakan proses pembuatan surat akte kelahiran, surat perkawinan, serta surat kematian dengan sistem online dirasakan sangat berpengaruh besar dalam pendataan, dan masyarakat pun dapat melihat langsung secara online setelah pendataan masuk ke Disdukcapil.

“Kurang lebih sekira 60.000 ribu akte yang sudah dikeluarkan Disdukcapil per September 2014, selebihnya masih dalam proses validasi data,” ujar Bambang kepadaa Suara Bekasi di ruang kerjanya, Selasa (2/12).

Dikatakan Bambang, bagi masyarakat yang ingin mengurus surat akte kelahiran terlebih dahulu harus melengkapi surat-surat yang menjadi persyaratan yang dikeluarkan Disdukcapil.

Ketentuan tersebut, kata Bambang, dilakukan agar data yang masuk nantinya benar-benar valid sesuai dengan nama pemohon dan data yang diajukan akan tersimpan dalam data base yang ada di Disdukcapil Kabupaten Bekasi?.

“Surat yang menjadi persyaratan seperti buku pernikahan dan KK akan disimpan dalam data base, jika betul sudah sesuai semua maka mudah untuk dicek melalui sistem online,” ucapnya.

Masih kata Bambang, dalam sistem online SIAK, tidak hanya data kelahiran saja yang dapat dilihat, melainkan data perkawinan, perceraian, kematian maupun perubahan nama yang salah.

Program SIAK ini, lanjut Bambang, dapat diakses selama 24 jam secara online jika ingin mengetahui sudah terdaftar.

Program SIAK dibuat untuk memberikan kemudahan dalam memberikam informasi yang berkembang, sehingga apa yang ada dalam program tersebut memberikan manfaaat lebih luas.

“Program SIAK di Kabupaten Bekasi kelebihannya adalah setiap akte kelahiran sudah memakai barcode, dan Disdukcapil sedang mencoba dengan jaringan online bekerja sama dengan RSUD Bekasi,” tuturnya.

Bambang menambahkan, di tahun 2015 mendatang Disdukcapil berencana bekerja sama dengan seluruh rumah sakit swasta dan Puskesmas yang ada di 23 Kecamatan.

Dengan menggunakan program SIAK online yang tersambung, kata dia, pihaknya berharap bisa lebih cepat dan akurat validasi datanya.

“Dengan sistem online SIAK bisa bekerja lebih cepat dan akurat, ke depannya Disdukcapil berencana akan menggandeng setiap rumah sakit swasta dan 23 Puskesmas di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. [DED]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here