Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asda 1) Setda Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti (kanan) didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah (kiri) usai menghadiri Rapat Evaluasi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (06/10/2022). Foto: News Room Diskominfosantik.

SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi terus mengoptimalkan kinerja para tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Diharapkan, pelayanan kesehatan Kabupaten Bekasi lebih bermutu dan responsif terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah saat menggelar rapat evaluasi dengan seluruh Puskesmas dan UPTD Kesehatan yang ada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, yang digelar di Gedung Swatantra Wibawamukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis, (06/10/22).

Rapat evaluasi tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra (Asda 1) Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti.

“Harapannya Dinkes Kabupaten Bekasi, dalam pelayanan bisa lebih bermutu, lebih responsif, makanya tadi kita re-branding bagaimana ke depan improve, kemudian Covid kita bisa kendalikan, sehingga performa Dinas Kesehatan bisa menjadi lebih baik,” terang dr Alamsyah, di sela-sela acara.

Alamsyah mengemukakan, saat ini pihaknya tengah menggenjot program yang menjadi prioritas Dinas Kesehatan, seperti penurunan angka stunting, dan persiapan re-akreditasi seluruh Puskesmas di Kabupaten Bekasi.

“Di tahun 2023 nanti, itu akan dinilai langsung oleh Kemenkes, waktu tiga bulan ini akan kita manfaatkan untuk persiapan yang lebih matang lagi,” katanya.

Re-akreditasi ini nantinya akan menyasar kepada 46 Puskesmas, UPTD, Labkesda, yang ada di bawah Dinkes Kabupaten Bekasi. Akreditasi ini menurutnya, adalah upaya agar mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Jadi re-akreditasi itu indikatornya adalah mutu. Ketika Puskesmas terakreditasi, ada indikatornya terlihat, makanya kita update akreditasinya,” ungkapnya.

Saat ini di Kabupaten Bekasi sudah ada 5 Puskesmas kelas utama, 6 di kelas dasar dan selebihnya ada di tingkat madya. Artinya semua Puskesmas sudah terakreditasi agar siap melayani masyarakat.

“Artinya apa? Relatif sudah cukup baik, semuanya lulus, kan ada Puskesmas juga yang tidak terakreditasi, semua sudah terakreditasi tapi memang harus ditingkatkan,” tambahnya.

Dinkes juga tengah menggenjot strategi penurunan angka stunting melalui upaya preventif atau pencegahan, dengan sasaran remaja putri, dan ibu hamil. Selain itu penanganan dilakukan juga kepada mereka yang sudah terkena stunting dengan perawatan di rumah sakit dan kerjasama dengan seluruh organisasi profesi seperti IBI, PPNI, IDI, untuk mengoptimalkan pelayanan.

“Untuk remaja putri, kita berikan tablet tambah darah, kita berikan konseling bagaimana ketika dia menjadi seorang ibu. Kemudian untuk ibu hamil, diberikan makanan tambahan, vitamin dan sebagainya, edukasi kepada keluarganya bagaimana gizi yang seimbang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Alamsyah, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, terus berupaya menaikkan angka imunisasi dalam Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

“Untuk BIAN hari ini kita baru mencapai 60 persen, kita targetkan hingga tanggal 16 Oktober bisa mencapai angka 95 persen,” terangnya. [MAN/KAB]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here