TPA Burangkeng di Desa Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi yang beberapa waktu lalu ditutup warga setempat. Foto: Istimewa.

SUARA BEKASI ONLINE, Setu: Warga setempat akhirnya membuka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang berlokasi di Desa Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar) yang sebelumnya ditutup paksa, Senin (18/3/2019).

Perwakilan warga setempat, Ali Gunawan, mengatakan TPA sudah dibuka warga sejak pukul 08.00 WIB.

Pantauan di lapangan, puluhan truk sampah sudah mulai memasuki TPA Burangkeng untuk membuang sampah yang sudah lama menumpuk.

“Sudah dibuka tadi pagi, sekitar jam 8,” tutur Ali kepada wartawan.

Ia menjelaskan, setelah adanya kesepakatan antara warga Desa Burangkeng dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengenai pemberian kompensasi berupa uang, TPA tersebut akhirnya dibuka.

Baca juga: Hasil Rapat, Pemkab Bekasi Tak Penuhi Seluruh Permintaan Warga TPA Burangkeng

Dikatakan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja berjanji akan memberikan kompensasi yang dituntut warga Desa Burangkeng berupa uang.

“Pemerintah (Kabupaten Bekasi) berjanji memberikan kompensasi ke warga Burangkeng berbentuk uang, asalkan ada aturan yang jelas mengenai hal itu. Jangan sampai Pemda memberikan kompnensi tapi melanggar aturan,” kata Ali.

Lanjutnya, agar tak menyalahi aturan yang ada dan berlaku, Pemerintah Desa Burangkeng siap melakukan studi banding ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terkait dasar hukum yang jelas tentang pemberian kompensasi berupa uang.

Diketahui, Pemkot Bekasi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah terlebih dulu menerapkan pemberian kompensasi berupa uang kepada warga Bantargebang yang terkena dampak TPST Bantargebang.

“Kita siap studi banding ke Kota Bekasi. Kita akan pelajari dasar hukum apa yang membuat Kota Bekasi bisa memberikan kompensasi uang kepada warga yang terdampak,” ujar Ali.

Baca juga: Pemkab Bekasi Minta TPA Burangkeng yang Disegel Warga Kembali Dibuka

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi melalui Kepala Bidang Kebersihan membenarkan bahwa TPA Burangkeng sudah dibuka dan truk sampah mulai memasuki kembali TPA untuk membuang sampah.

“Sudah dibuka. Kesepakatan warga ada beberapa item yang tadinya agak buntu. Jadi yang tadinya berupa uang bau, diambil kesimpulan, ADD (Anggaran Dana Desa ) desanya nanti ditambah karena ada sampah di situ,” ujar Dodi sebagaimana dilansir KOMPAS.com hari ini.

Diketahui, sejak Senin (4/3/2019) lalu, ratusan warga Desa Burangkeng berunjuk rasa di depan TPA Burangkeng dengan menutup TPA dan ntak memperbolehkan ada aktivitas di dalam TPA.
Akibat selama 13 hari TPA ditutup, sampah menumpuk di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

Tuntutan warga Desa Burangkeng sebelumnya antara lain meminta dibangun saluran air di permukiman warga, diberikan uang kompensasi dari Pemkab Bekasi, perbaikan akses jalan TPA, pemeliharaan serta pembenahan TPA. [MAN]

Tinggalkan Balasan