Nahas, sebuah bangunan rumah tua berumur dua puluh tahun lebih ambruk diguyur hujan, di Kampung Selang RT. 05/01, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Ahad (1/12/2019). Foto: taj

SUARA BEKASI ONLINE, Cibitung: Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bekasi menyebabkan sebuah bangunan rumah tua berumur dua puluh tahun lebih ambruk, di Kampung Selang RT. 05/01, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Ahad (1/12/2019).

Beruntung tidak ada korban jiwa. Penghuni Agus (35), yang hidup sendiri alias sebatangkara sempat lari keluar rumah menyelematkan diri.

Begitu juga warga sekitar sedang sepi, padahal rumah persis di samping jalan desa.

Meski begitu, suara ambruk yang terdengar kencang menggagetkan warga sekitar, sehingga warga berhamburan keluar rumah mencari tahu asal suara tersebut.

Saksi mata Nyimeh (54), sempat berteriak histeris kaget lantaran saat kejadian ia bersama cucunya sedang menyapu dekat rumah yang ambruk tersebut.

Namun, ia sempat melarikan diri sambil menggendong cucunya.

“Aduh lemes banget, Astagfirullah hal adzim. Kaget campur takut itu suaranya kenceng sama ngebul bangunannya ampe tinggi banget ,” tutur Nyimeh seraya menunjuk posisinya saat kejadian berlangsung.

Warga kemudian bahu-membahu bergotong royong membersihkan puing-puing rumah serta merobohkan sisa bangunan yang dianggap berbahaya dan berpotensi roboh.

Begitu juga dengan genteng dan kayu yang sudah patah, warga membantu penuh hati-hati khawatir bangunan tersebut akan roboh lagi.

Penghuni rumah, Agus, mengaku shok dengan kejadian tersebut. Saat kejadian ia tengah tiduran di dalam kamarnya.

Ia menempati rumah tersebut sendiri pasca ibunya meninggal dunia dua tahun yang lalu. Sementara kakak perempuan satu-satunya pergi tak tahu rimbanya meninggalkan dua anak yang ikut bersama kakak iparnya.

“ Saya shok banget langsung lari keluar rumah. Yang saya takutin ada orang yang ketiban tembok. Gak kebayang dah harus ngebiayain,” ujarnya dengan raut muka pucat.

Ia berharap pemerintah serta warga bisa membantu agar ia bisa kembali menempati rumah warisan orang tua satu-satunya tersebut.

Untuk sementara ia tinggal menumpang dengan tetangganya.

“Mudah-mudahan Allah menggerakan hati orang yang dermawan yang mau membantu saya,” tutur Agus. [MAN]

Tinggalkan Balasan