Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Daerah (LP3D) Bekasi menduga adanya penyunatan anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dilakukan para oknum di Satuan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Penyunatan anggaran dana BOS tersebut, saat pencairan dana BOS Pusat yang diperoleh oleh Kepala Sekolah.

Koordinator LP3D Bekasi, Tedi Kurnia mengatakan, setiap tahunnya para Kepala Sekolah di Kabupaten Bekasi yang menerima anggaran dana BOS, diduga disunat Rp. 5 Ribu per-siswa, untuk disetorkan ke beberapa oknum di UPTD Paud/SD. Apalagi, yang berhembus dimasyarakat ada beberapa UPTD yang menerima setoran dana BOS tersebut dari Kepala Sekolah.

“Kami dari LP3D, mendapatkan informasi dugaan terkait adanya setoran ke oknum UPTD. Kabar yang dapat, baru ada beberapa oknum Kepala UPTD, yang menerima setoran tersebut diambil dari dana BOS,” ujar Tedi kepada awak media.

Lanjut Tedi mengatakan, selain UPTD Paud/SD, ada juga Kepala UPTD SMP yang menyunat anggaran dana BOS tersebut. Padahal, anggaran dana BOS yang diwajibkan untuk mutu pendidikan, jadi bancakan bersama yang dilakukan oleh para oknum tersebut.

“Alur setoran itu, ada yang melalui K3S. Kemudian, jika oknum Kepala UPTD saja menerima setoran, bisa juga ada dugaan oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi juga terlibat,” bebernya.

Saat disinggung UPTD Paud/SD yang menginginkan setoran tersebut, Tedi mengaku masih mengumpulkan data dan sedang melakukan investigasi. Kemudian, ujar Tedi, bila data hasil investigasi tersebut sudah terkumpulkan, akan melaporkannya ke pihak penegak hukum. Agar, para oknum di Satuan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, tidak menyalahgunakan kewenangannya.

“Coba kita hitung-hitungan saja kalau di 5 UPTD tersebut terdapat kurang lebih ada 50 ribu siswa, kemudian dikalikan dengan dugaan setoran Rp 5 Ribu persiswa, sudah berapa keuntungan terdapat dari memanfaatkan jabatan sebagai Kepala UPTD tersebut,” papar Tedi.

“Kabar yang saya dapat, sudah ada 5 oknum Kepala UPTD yang diduga menerima setoran tersebut. Kami sedang melakukan investigasi dengan teman-teman, kalau data sudah terkumpul, akan secepatnya kami laporkan ke Kejaksaan,” sambungnya.

Informasi yang dihimpun, oknum Kepala UPTD Paud SD, yang diduga menerima setoran Rp 5 Ribu persiswa tersebut, dilakukan oleh Kepala UPTD Paud SD Cikarang Utara, Kepala UPTD Sukatani, Kepala UPTD Kedungwaringin, Kepala UPTD Cikarang Timur dan Kepala UPTD Paud SD Cikarang Selatan. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here