Damin Sada
Budayawan dan Tokoh Masyarakat Bekasi, Damin Sada. Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Tambun Utara: Tokoh masyarakat utara Kabupaten Bekasi, Damin Sada, mengatakan statemen yang dilontarkan Bupati Bekasi ‎Neneng Hasanah Yasin, didasari kurangnya akal pikiran Neneng.

“Neneng, bocah Bekasi‎ kalau gak didantain (dijelasin, red), dablek pikirannya. Si Neneng udah ngecilin preman,” tandasnya, Ahad (18/9/2016).

Neneng, kata Damin, tidak menyadari kalau usaha keluarga Neneng selama tujuh tahun ke belakang, yakni mengelola beras miskin (raskin) yang didapat dari hampir seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi, tak lepas dari dugaan adanya intervensi sekelompok preman.

Dari laba dugaan intervensi preman itulah, lanjutnya, keluarga Neneng mengumpulkan miliar demi miliar pundi-pundi rupiah.

Tuh si Neneng bapak moyangnya dapet pengelolaan raskin selama 7 tahun dan tau gak keuntungan tiap bulannya,” cetusnya.

Pria yang mengaku pendukung pasangan calon Iin Farihin dengan Mahmudin (Imam) itu membeberkan, setiap Kepala Desa‎ (Kades) diduga mendapatkan tekanan melalui preman. Konsekuensinya, kades-kades tersebut berkewajiban mengambil raskin untuk tidak dijual ke masyarakat.

“Kalau main jujur (bongkaran) aja, Kades disuruh nilep raskin, terus gak dijual ke masyarakat. Tiap desa itu 3 sampai 5 ton. Dipaksa dijual kembali ke bapak moyangnya Neneng seharga seribu rupiah per kilonya,” terangnya.

Kemudian beras yang sudah dibeli dari Kades tersebut, dijual kembali oleh bapak moyangnya Neneng ke Bulog seharga 2500 rupiah per kilogram. Coba hitung, 186 desa dikalikan 4 ton, belum keuntungannya, 1500 rupiah tiap kilogramnya.

Masih kata dia, keuntungan hasil menjual raskin diatas, mencapai miliaran rupiah. Dan dalam prosesnya, dikawal oleh para preman.

“Kalau (keuntungan miliaran), orang Gabus bilang bukan lagi itung miliar, tapi sejubleg. Nah kalo usaha bapak moyangnya aja dikawal preman, berarti bapak moyangnya apa namanya? Ya, biang preman. Nah, si Neneng hidup senang dan jadi Bupati berarti hasil preman,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui,‎Bupati Bekasi Neneng Yasin, mengatakan, selaku pasangan calon Kepala Daerah yang kembali maju pada Pilkada 2017 mendatang, dirinya tidak rela apabila Kabupaten Bekasi nantinya dipimpin oleh vigur yang salah.

Hal itu dilontarkannya saat acara deklarasi pernyataan dukungan Partai Nasdem kepada dirinya, di Hotel Horison, Jababeka, Kamis (15/9/2016).

“Saya mohon pada Allah yang terbaik untuk saya dan warga Kabupaten Bekasi,” ujarnya saat beri sambutan.

Neneng ‎menggaris bawahi, dirinya tidak akan rela bila Kabupaten Bekasi diberikan kepada pemimpin yang lama di mana sudah diketahui kinerjanya. Ia juga tak rela, jika Kabupaten Bekasi ke depannya dipimpin oleh seorang preman.

“Saya tidak rela, mohon maaf, sebagai Warga Kabupaten Bekasi, dipimpin oleh orang-orang itu,” tegasnya. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here