Neneng Hasanah Yasin
Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin. (Foto: Dokumentasi Suara Bekasi)

SUARA BEKASI, Cikarang Barat: Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dengan jabatan eselon II.b yang dinilai malas dan tidak mampu bekerja.

Bahkan, tak tanggung-tanggung Bupati akan mencopot atau menurunkan jabatan PNS tersebut dari pejabat struktural menjadi fungsional.

“Peringatan keras saya keluarkan apabila ada PNS yang berstatus eselon II.b yang tidak lagi semangat atau malas-malasan bekerja. Lebih baik dicopot dan diturunkan jabatannya jadi fungsional,” ujar Bupati Neneng kepada Suara Bekasi di sela-sela acara pembukaan job fair 2015, di Kecamatan Cikarang Barat, Kamis (26/3/2015).

Ia menilai, peringatan keras tersebut dikeluarkan sebagi bentuk penegasan kepada PNS jabatan eselon II.b, agar tidak bermain-main dengan jabatan yang disandangnya.

Begitu juga dalam memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar benar-benar harus memiliki ‎semangat dan etos kerja yang tinggi.

Lebih jauh Bupati menjelaskan, peringatan bagi PNS yang malas-malasan bekerja merupakan bentuk sanksi atas prestasi kerja yang dicapai kurang memuaskan. Sehingga wajar kalau dicopot dari jabatannya dan ditempatkan di bagian fungsional.

Kalau pejabat yang malas itu dibiarkan terus, kata dia, akan membuat roda organisasi tidak bisa bekerja secara efektif dan maksimal dalam pencapaian program.

Menurutnya, Pemkab Bekasi dalam waktu dekat berencana meminta bantuan kepada pihak Universitas Gajah Mada (UGM) untuk melakukan assessment ‎bagi PNS yang berstatus eselon II.

Apabila kinerja yang bersangkutan tidak lagi memiliki kriteria yang diharapkan, maka pencopotan jabatan dapat dilakukan kapan pun oleh Bupati.

“Buat apa dipertahankan kalau kinerjanya buruk. Lebih baik dicopot dan ditaro di bagian fungsional agar lebih giat bekerja,” tandasnya. [DIK]

1 KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here